Selain onsen atau pemandian umumnya, Jepang juga terkenal dengan konsep hotel kapsul (capsule hotel). Konsep ini diciptakan untuk menyiasati jumlah lahan yang terbatas serta untuk menekan biaya menginap. Implementasinya berupa ‘kamar-kamar’ hotel berbentuk kotak persegi panjang berukuran sekitar 1 x 2 x 1.25 meter dengan pintu kaca di salah satu ujungnya, yang jika dibayangkan lebih mirip peti mati ketimbang kapsul. Dengan konsep seperti ini, sebuah bangunan hotel kapsul bisa menampung tamu dalam jumlah hingga ratusan orang serta biaya menginap per malamnya pun di bawah rata-rata penginapan lain pada umumnya. Tentu saja untuk standar biaya di Jepang.



Hotel kapsul yang pertama kali berdiri adalah Capsule Inn Osaka yang berlokasi di wilayah Umeda, Osaka. Hotel tersebut dibangun pada tahun 1979, hampir 40 tahun yang lalu. Baru 5 tahun belakangan ini konsepnya mulai diadaptasi oleh negara-negara lain, di antaranya China (2012), Belgia (2014), Islandia (2015), Filipina (2015), Hongkong (2017), dan India (2017). Di Indonesia sepertinya masih belum ada.

Saat ini, konsep hotel kapsul juga sudah tidak sekaku dahulu. Bahkan cenderung sudah menyatu atau melebur dengan konsep hotel bertipe dorm / asrama. Agar lebih ramah bagi orang yang memiliki claustrophobia (takut berada dalam ruangan sempit dan tertutup) misalnya, penggunaan pintu kaca dihilangkan dan diganti dengan tirai korden biasa. Tidak jarang pula ditemui adanya fasilitas ekstra di dalam bilik kapsul. Mulai dari radio, meja kecil, lemari, hingga TV!

Lemari dalam tempat tidur

TV dalam kapsul

Fasilitas hotel secara keseluruhan juga makin berkembang. Yang umum dan hampir tersedia di dalam sebuah hotel kapsul adalah pemandian umum air panas atau sento. Bahkan, mayoritas hotel kapsul memang tidak menyediakan kamar mandi privat dan hanya menyediakan pemandian komunal (plus sauna) tersebut. Oleh sebab itu, salah satu hal yang sebaiknya di-survey terlebih dahulu bagi teman-teman yang ingin menginap di hotel kapsul namun belum siap mental untuk buka-bukaan adalah keberadaan private shower. Salah satu yang menyediakan adalah Capsule Net Omotenashi no Oyado di dekat stasiun Ueno, Tokyo.

Selain itu, yang umum tersedia adalah ruang publik atau common room. Tidak seperti common room di hostel yang tidak ubahnya dengan ruang tengah di dalam sebuah rumah, di hotel kapsul bentuknya bisa seperti kantin — dipenuhi oleh meja, kursi, serta aneka vending machine yang menyajikan makanan dan minuman instan. Tidak sedikit yang menambahkan fasilitas-fasilitas hiburan di ruang tersebut, seperti TV, mesin arcade, hingga buku komik. Seru kan kedengarannya?

Aneka vending machine

Di sisi lain, menginap di hotel kapsul, khususnya di Jepang, ada aturannya loh. Tidak bisa asal nyelonong seperti kalau kita menginap di losmen / hostel / hotel lainnya. Mulai dari cara check-in hingga cara bobok cantik, semuanya diatur. Penasaran, kan?

Baca juga  7 Kuil Yang Wajib Dikunjungi Di Kyoto

Nah, biar gak dimarahin petugas hotel atau dipelototi pengunjung lainnya karena melanggar etika, berikut ini tata cara menginap di hotel kapsul:

  • Sesaat setelah melewati pintu masuk, perhatikan lantainya. Jika lantai di bagian dalam menggunakan lantai kayu (atau sejenisnya), berarti kita WAJIB untuk melepaskan alas kaki yang kita pakai dan menyimpannya di loker sepatu yang biasanya ada di bagian samping. Ingat, meski sekedar untuk check-in atau tanya-tanya ke bagian resepsionis, kita tetap HARUS melakukan hal ini.

  • Sebagian hotel kapsul sudah menggunakan vending machine untuk menangani proses pemesanan kamar. Jika memang di dekat meja resepsionis terdapat vending machine, gunakan mesin tersebut untuk melakukan pemesanan kamar. Jika sudah, serahkan tiket yang kita dapat dari mesin kepada bagian resepsionis.

  • Selain handuk dan mungkin peralatan mandi lainnya, kebanyakan hotel kapsul akan memberikan piyama kepada kita. Piyama ini WAJIB digunakan selama kita berada dalam area hotel, terutama di ruang tidur. Pun begitu, ada juga sebagian yang tidak terlalu ketat masalah penggunaan piyama ini. Walau ada juga yang bakal menyemprot kita kalau melanggarnya.

  • Tidak diperkenankan untuk makan atau minum di dalam bilik kapsul. Semua aktivitas makan memakan dan minum meminum WAJIB dilakukan di ruang bersama. Yang ini sering saya langgar sih, males juga kalau cuman minum atau makan roti doang harus naik turun lantai, hehehe.

  • Sebagian hotel kapsul menerapkan sistem check-in dan check-out harian. Artinya, meskipun kita menginap selama 5 hari misalnya, setiap hari kita tetap harus melakukan check-out dan check-in kembali selama setidaknya 5 kali. Bahkan saat sekedar hendak keluar dari hotel untuk berjalan-jalan pun kita dianggap sudah check-out dan nanti harus check-in kembali saat pulang ke hotel.

  • Masih berkaitan dengan poin di atas, beberapa hotel kapsul MELARANG tamu untuk berada di ruang tidur pada jam-jam tertentu. Biasanya di siang hari, antara pukul 11.00 hingga waktu check-in pukul 14.00 atau 15.00. Tujuannya agar proses bersih-bersih ruang tidur dapat berjalan dengan lancar.

Wew, iya, agak ribet memang kalau dilihat dari sisi aturannya. Tapi yakinlah, TreplingLopers, itu semua yang membuat saat-saat menginap di sana menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Yah, jika memang ada aturan yang bikin tidak sreg, saran saya sih hampir sama dengan yang sudah disampaikan di atas — pelajari terlebih dahulu segala sesuatu tentang hotel kapsul yang bersangkutan sebelum memutuskan untuk booking kamar. Setuju?

Tema artikel yang berhubungan: ,