Tanggal 18 Juli mendatang saya bakalan travelling kembali ke wilayah Asia. Destinasi kali ini adalah Myanmar. Rencana awal sebenarnya adalah Myanmar, Laos, dan Vietnam, namun karena ternyata sudah harus balik ke Indonesia sebelum berganti bulan (dan ada beberapa tempat yang ingin dimampiri di Thailand), terpaksa rute dipangkas menjadi Myanmar saja. Tiketnya sendiri cukup murah karena memanfaatkan promo tiket tahun lalu. Dua ratus ribuan untuk rute Surabaya – Thailand via AirAsia, dilanjut dengan NokAir ke Yangon seharga Rp 250.000,-. Total masih di bawah lima ratus ribu. Lumayan, kan? Untuk tiket pulangnya sendiri belum beli, hehehe, semoga sih bisa dapet yang murah juga. Yah minimal harga normal lah.



Seperti biasa, kegiatan wajib sebelum bepergian adalah membuat rancangan jadwal alias itinerary. Meski peng-aplikasi-annya belum tentu sesuai di lapangan, tapi dengan itinerary setidaknya kita gak mati gaya, sudah ada gambaran mau kemana atau mau melakukan apa. Selain googling pengalaman-pengalaman traveller yang sudah pernah ke sana, buku travelling terbitan luar masih menjadi referensi utama. Namun jika biasanya terbitan Lonely Planet yang menjadi kitab wajib, kali ini saya selingkuh dan menjajal seri Eyewitness Travel Guide-nya penerbit DK (karena belinya pas lagi ada diskon 50% di Periplus, hehehe). Dan ternyata isinya lebih keren dan lebih nyaman dibaca ketimbang serinya Lonely Planet. Lebih straight to the point dan lebih jelas petanya.

Buku Myanmar (Eyewitness Travel)

Buku Myanmar (Eyewitness Travel)

Poin pemikiran utama dalam menyusun itinerary sih biasanya masalah transportasi. Antar kota untuk kasus di Myanmar. Karena ala backpacker, berpindah kota di malam hari adalah hal yang wajib dilakukan. Agar praktis serta hemat biaya menginap. Selanjutnya baru masalah destinasi wisata di wilayah yang bersangkutan dan tempat menginap yang paling strategis (juga paling terjangkau biayanya). Nanti lah kita obrolin sendiri masalah penyusunan itinerary ini di artikel terpisah.

Ngomongin soal destinasi wisata, ada tiga tempat yang menjadi highlight travelling di Myanmar. Yang pertama tentu saja adalah Bagan, kota dengan sejuta candi yang tampak menawan di saat matahari terbit maupun terbenam. Apalagi jika kebetulan tiba di sana di saat balon udara boleh beroperasi, antara bulan November hingga April. Definitely a once in a lifetime experience.

Yang kedua adalah Inle Lake, danau raksasa dengan luas mencapai 116km persegi. Selain bisa melihat kebiasaan nelayan yang mendayung perahu dengan menggunakan kaki, di sekeliling danau terdapat berbagai perkebunan (floating farm), desa tradisional, pasar terapung, serta kuil yang menarik untuk dikunjungi, seperti Nga Phe Kyaung (Jumping Cat Monastery, kuil dengan banyak kucing yang terlatih) serta Phaung Daw Oo Pagoda.

Terakhir ada Hsipaw. Daerahnya memang juga banyak disuka wisatawan pecinta alam, tapi highlight sebenarnya adalah perjalanan kereta api dari stasiun kota tersebut menuju Pyin Oo Lwin yang melewati Gokteik Viaduct, jembatan kuno yang didirikan pada tahun 1901 dengan ketinggian 96 meter di atas permukaan tanah. Kalau masih kurang serem, kereta api yang digunakan pun kereta api kuno, bukan kereta api modern yang sudah dilengkapi berbagai fasilitas modern.

Dengan berdasarkan acuan ketiga spot andalan Myanmar di atas, saya membuat tiga alternatif itinerary untuk perjalanan backpacking keliling Myanmar bagi TreplingLopers yang berniat ke sana. Termasuk saya sendiri tentunya 🙂 Untuk titik start dan finish saya asumsikan sama seperti yang saya gunakan, yaitu kota Yangon. Sedang untuk penjelasannya dapat dilihat di bagian akhir tabel itinerary. Cekidot.

Alternatif Itinerary 1 (Bagan, 7 hari)
Hari Waktu Jadwal
1 20.00 Tiba di Yangon International Airport
- 21.00 Taxi ke area downtown (± $7), check-in penginapan, makan, keliling sekitar hotel
2 08.00 Seharian keliling Yangon (sewa taksi / rental sepeda / jalan kaki)
- 21.00 Naik bus ke Mandalay (JJ Express, ± $12)
3 05.30 Tiba di Mandalay, sarapan, keliling kota, check-in penginapan
- 12.00 Rental motor (± $10-$20/hari), keliling sekitar Mandalay
4 08.00 Rental motor (± $10-$20/hari), keliling sekitar Mandalay
5 08.00 Rental motor (± $10-$20/hari), keliling sekitar Mandalay
- 21.00 Naik kereta api ke Bagan (± $2)
6 04.50 Tiba di Bagan, keliling kota Bagan (sewa taksi / rental sepeda)
- 21.00 Naik bus ke Yangon (JJ Express, ± $20)
7 06.00 Tiba di Yangon

 

Alternatif Itinerary 2 (Bagan + Inle Lake, 8 hari)
Hari Waktu Jadwal
1 20.00 Tiba di Yangon International Airport
- 21.00 Taxi ke area downtown (± $7), check-in penginapan, makan, keliling sekitar hotel
2 08.00 Seharian keliling Yangon (sewa taksi / rental sepeda / jalan kaki)
- 21.00 Naik bus ke Mandalay (JJ Express, ± $12)
3 05.30 Tiba di Mandalay, sarapan, keliling kota, check-in penginapan
- 12.00 Rental motor (± $10-$20/hari), keliling sekitar Mandalay
4 08.00 Rental motor (± $10-$20/hari), keliling sekitar Mandalay
5 08.00 Rental motor (± $10-$20/hari), keliling sekitar Mandalay
- 21.00 Naik kereta api ke Bagan (± $2)
6 04.50 Tiba di Bagan, keliling kota Bagan (sewa taksi / rental sepeda)
- 20.30 Naik bus ke Inle Lake (Bagan Min Thar, ± $18)
7 04.00 Tiba di Inle Lake, sarapan, keliling kota + Inle Lake
- 18.00 Naik bus ke Yangon (JJ Express, ± $20)
8 06.00 Tiba di Yangon
Baca juga  Contoh Itinerary Keliling Tokyo Dengan Menggunakan Subway Ticket

 

Alternatif Itinerary 3 (Bagan + Inle Lake + Hsipaw, 9 hari)
Hari Waktu Jadwal
1 20.00 Tiba di Yangon International Airport
- 21.00 Taxi ke area downtown (± $7), check-in penginapan, makan, keliling sekitar hotel
2 08.00 Seharian keliling Yangon (sewa taksi / rental sepeda / jalan kaki)
- 21.00 Naik bus ke Mandalay (JJ Express, ± $12)
3 05.30 Tiba di Mandalay, sarapan, keliling kota, check-in penginapan
- 12.00 Rental motor (± $10-$20/hari), keliling sekitar Mandalay
4 08.00 Rental motor (± $10-$20/hari), keliling sekitar Mandalay
5 08.00 Keliling kota Mandalay
- 14.00 Naik bus ke Hsipaw (Duhtawadi Man, ± $5)
- 20.30 Tiba di Hsipaw, check-in penginapan, makan, keliling sekitar hotel
6 09.25 Naik kereta api menuju Pyin Oo Lwin (± $4)
- 16.05 Tiba di Pyin Oo Lwin, lanjut naik bus lokal ke Mandalay (± $4)
- 20.00 Tiba di Mandalay
- 21.00 Naik kereta api ke Bagan (± $2)
7 04.50 Tiba di Bagan, keliling kota Bagan (sewa taksi / rental sepeda)
- 20.30 Naik bus ke Inle Lake (Bagan Min Thar, ± $18)
8 04.00 Tiba di Inle Lake, sarapan, keliling kota + Inle Lake
- 18.00 Naik bus ke Yangon (JJ Express, ± $20)
9 06.00 Tiba di Yangon

 

Keterangan:

  • Itinerary bersifat fleksibel. Teman-teman bisa dengan mudah menambahkan hari jika ingin tinggal lebih lama di suatu tempat. Bagan misalnya. Di jadwal yang saya gunakan, saya sama sekali tidak menginap di kota tersebut. Nah, jika memang ingin menginap di sana karena ingin lebih banyak meng-eksplor candi-candi yang ada, tinggal diselipkan saja satu hari ekstra di itinerary yang ada.
  • Harga tercantum bersifat perkiraan dengan pembulatan ke atas. Acuan dolar US ya, bukan dolar SG. Walau demikian, ada kemungkinan nominal harga di TKP lebih tinggi dari perkiraan harga di atas. Jadi siapkan uang lebih ya 🙂 Oh ya, dan jangan khawatir, jumlah unit ATM di Myanmar sekarang sudah cukup banyak kok. Tidak perlu lagi membawa persediaan uang dolar untuk ditukar di sana.
  • Penting diketahui bahwa sepeda motor dilarang di kota Yangon dan Bagan, sehingga alternatif sewa kendaraan selain taksi adalah sepeda biasa dan sepeda listrik. Untuk opsi kedua, meski lebih nyaman, tapi rawan rusak atau kehabisan baterai di jalan. Jika trepling sendirian akan lebih aman jika menyewa sepeda biasa.
  • Tidak banyak tempat menarik di dalam kota Mandalay (hanya pagoda dan pagoda lagi), namun tidak sebaliknya untuk daerah luar kota Mandalay. Ada banyak pilihan destinasi yang bisa dipilih, yang sayangnya, karena lokasi yang jauh berbeda, sulit untuk dipadatkan dalam waktu 1 hari. Itu sebabnya setidaknya saya berikan waktu 1.5 – 2 hari pada itinerary di atas. Silahkan ditambahkan atau dikurangi sendiri sesuai kebutuhan, tapi jika menilik pilihan-pilihan yang ada, TIGA hari sebenarnya adalah waktu minimal yang saya rekomendasikan.
  • Sewa taksi keliling Bagan dan sewa perahu keliling Inle Lake cukup MAHAL karena keduanya sudah menjadi destinasi turis mainstream di Myanmar. Untuk Bagan bisa dihemat dengan menggunakan sewa sepeda, sedang untuk Inle Lake sebaiknya cari partner untuk share cost (satu perahu bisa untuk 4-5 orang kalau tidak salah).
  • Tiket bus dapat dipesan secara online di internet via http://myanmarbusticket.com/. Apabila pertama kali ke Myanmar sebaiknya menggunakan JJ Express karena turis-friendly (sama seperti Giant Ibis di Kamboja). Bahkan jika memesan langsung melalui halaman Facebok mereka, kita bisa mendapat harga $1 lebih murah ketimbang harga online, plus TIDAK PERLU membayar duluan. Sip, kan?
  • Tiket kereta api hanya bisa dipesan secara offline. Perlu diperhatikan bahwa pemesanan tiket kereta di Myanmar biasanya dilayani di kantor terpisah, bukan di stasiunnya.
  • Biaya menginap di Myanmar relatif lebih mahal ketimbang negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Yang juga penting untuk diperhatikan, jumlah penginapan di sana terbatas (karena urusan perijinan) sehingga sangat disarankan untuk memesan terlebih dahulu secara online.

Kalau ada masukan atau saran lain agar itinerary-nya lebih efektif langsung diinfokan aja di form komentar, ya. Saya sendiri rencananya besok akan men-skip Inle Lake (pertimbangan budget) dan menggunakan alternatif itinerary #2, mungkin dengan sedikit modifikasi dengan membalik rute Mandalay – Hsipaw. Yah, lihat nanti deh jadinya gimana pas sudah di sana, hehehe.

Hepi trepling, gaes!

Tema artikel yang berhubungan: ,