Masing-masing orang punya definisi yang berbeda terhadap surga dunia. Ada yang menemukannya pada setumpuk harta kekayaan, pada kebahagiaan berrumah tangga, hingga pada momen dimana kita bisa sekedar leyeh-leyeh di kamar tanpa ada yang mengganggu. Saya pribadi menemukannya di tempat seperti Kanto Lampo, air terjun (dengan ngarai) yang tenang dan (masih) tersembunyi dari hiruk pikuk wisatawan.



Meski berada di dalam sebuah perkampungan, amat mudah untuk menemukan tempat ini. Setelah memasuki wilayah Desa Beng, kita akan menemui banyak papan penunjuk jalan yang mengarahkan kita ke TKP. Dan saat tiba di sana, seperti kami, mungkin sobat TreplingLopers hanya bisa geleng-geleng kepala sambil berpikir, kok bisa-bisanya ada tempat yang sedemikian menawannya di balik rumah-rumah warga.

Satu yang menggembirakan bagi yang tidak hobi berolahraga, jumlah anak tangga yang harus dilewati untuk menuju dasar sungai tidak lebih dari 50 buah. Ada warung makan pula di tengah perjalanan singkat itu. Walau pada saat naik tetap terasa menguras energi, tapi setidaknya masih lebih mending ketimbang obyek wisata air terjun lainnya yang biasanya memiliki ratusan anak tangga.

Setelah menuruni anak tangga, kita akan tiba di ‘pertigaan’, ke kiri untuk berganti pakaian dan ke kanan untuk turun sedikit lagi menuju ke Kanto Lampo. Ada kursi dipan di titik ini, yang oleh pengunjung digunakan untuk meninggalkan barang bawaan mereka. Juga sepatu atau sandal. Untuk perihal alas kaki sepertinya memang sebaiknya ditinggalkan di sini karena perjalanan selanjutnya agak licin karena harus melewati tangga dan bebatuan yang dialiri oleh air tanah. Tapi jangan khawatir, sudah disediakan pegangan tangga kok.

Barang bawaan yang ditinggalkan begitu saja

Barang bawaan yang ditinggalkan begitu saja

Seperti ini penampakan air terjun Kanto Lampo, plus ngarainya yang indah. Keduanya benar-benar instagrammable, surga bagi pecinta selfie. Kami pun sebenarnya juga berniat melakukannya, sayang, kedatangan kami ternyata bersamaan dengan rombongan penduduk lokal, semacam kelompok karyawan atau pegawai. Alhasil, sulit untuk mencari momen dan sudut yang benar-benar pas untuk selfie 🙁

The hidden paradise

The hidden paradise

Ngarai yang indah

Ngarai yang indah

Air sungai sendiri tidak jernih mengingat dasar sungai yang berpasir. Meski tidak dalam, sebaiknya tetap berhati-hati dalam melangkah karena ternyata ada beberapa bagian yang agak dalam. Batu-batuan yang ada juga agak licin. Saya sempat terpeleset di salah satu bebatuan besar yang ada dan membuat kaki saya agak memar karena menghantam batu 🙁

Air yang tak jernih

Air yang tak jernih

Bagi TreplingLopers yang gemar berburu obyek wisata yang masih jarang dikunjungi turis, air terjun Kanto Lampo pantas dimasukkan ke dalam itinerary. Namun demikian, di sisi lain, tidak banyak yang bisa kita lakukan di sini mengingat areanya yang tidak terlalu luas. Apalagi jika apes seperti kami, yang datang bersamaan dengan rombongan penduduk lokal. Saran kami, mampirlah jika memang melewatinya atau punya waktu luang yang cukup.

Baca juga  Danau Cermin Lamaru, Jernih Menggoda Dengan Balutan Mistis

Tips Trepling

Berikut beberapa tips untuk bepergian ke Air Terjun Kanto Lampo:

  • Area TKP tidak begitu luas (kecuali kalau mau blusukan di dalam ngarai). Jika ingin berfoto dengan nyaman, hindari datang di akhir pekan.
  • Belum ada fasilitas toilet / kamar mandi umum di lokasi. Agar tidak merusak mood, sebaiknya mampir di POM bensin yang terlewat dalam perjalanan berangkat.
  • Bebatuan yang ada cukup licin. Sebaiknya tinggalkan alas kaki di atas atau gunakan sepatu / sandal khusus outdoor yang anti-selip.
  • Sungai memang cukup dangkal (rata-rata hanya sekitar 15-20cm saja), namun demikian ada beberapa bagian yang cukup dalam. Sebaiknya tetap berhati-hati saat menyusuri sungai.
  • Lokasi air terjun Kanto Lampo hanya berjarak kurang lebih 10 km dari air terjun Tegenungan. Worth a visit jika masih punya cukup waktu dan energi setelah berpetualang di Tegenungan.

Info Detil dan Peta Lokasi

Nama: Air Terjun Kanto Lampo
Alamat: Br. Kelod Kangin, Desa Beng, Kec. Gianyar, Bali
Tiket Masuk: Rp 10.000,- / orang
Parkir: Gratis

Galeri Foto

Tema artikel yang berhubungan: ,