Air Terjun Gitgit terletak di kecamatan Buleleng, Bali. Meski lokasinya berada tak jauh dari jalan utama yang menuju ke Singaraja, air terjun ini belum terlalu banyak dikunjungi wisatawan. Mungkin karena berada di wilayah Bali bagian utara, yang cukup jauh dari keramaian Kuta dan Denpasar. Padahal, air terjun Gitgit ini punya banyak kelebihan. Selain airnya yang dingin dan segar, juga terdiri dari tiga bagian yang masing-masing menyuguhkan nuansa yang berbeda, baik pada saat perjalanan menuju ke TKP maupun air terjunnya sendiri. Seperti apa?



Itu dia yang kami juga belum membuktikan dengan mata kepala sendiri, hehehe. Yang sudah pernah kami kunjungi adalah air terjun kedua, dalam perjalanan pulang dari Singaraja menuju Denpasar. Berbeda dengan air terjun pertama dan ketiga, jalur menuju ke air terjun kedua ini hanya bisa dilewati dengan sepeda motor karena jalan yang cukup curam. Bahkan, jika sudah terbiasa mengemudi menyusuri jalan setapak yang licin dan berbatu, kita juga bisa lanjut menggunakan sepeda motor hingga tepat di loket masuk. Namun jika tidak, bisa menitipkan kendaraan di halaman warga dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Tidak jauh kok, hanya sekitar 200 meter saja. Meski cenderung menanjak, medannya juga tidak berat.

Yang patut dijadikan pertimbangan, perjalanan menuju ke air terjun bakal melewati beberapa rumah warga. Dan sebagian di antaranya memelihara anjing… Awalnya kami cukup pede untuk menolak tawaran pemandu, toh mereka cukup baik untuk tetap menginformasikan rute jalan meski kita tidak menggunakan jasa mereka. Namun berhubung ada seekor anjing yang cukup bersemangat menghadang perjalanan kami, akhirnya kami memilih untuk menggunakan jasa si pemandu. Gak lucu kan kalau pulang dari sana harus mampir ke puskesmas karena kaki digigit anjing?

Sepanjang perjalanan si pemandu (yang saya lupa namanya, maaf ya bli) bercerita tentang wisata alam air terjun Gitgit. Tentang air terjun kedua ini yang jarang dikunjungi wisatawan karena akses masuknya yang tidak umum (padahal jalur menuju ke air terjun termasuk yang paling nyaman dan paling dekat). Juga tentang air terjun keempat yang bakalan dibuka untuk umum beberapa bulan lagi.

Sempat bertemu dengan satu rombongan turis luar, tidak lama berjalan kami sudah sampai di loket masuk. Biaya masuk per orang adalah Rp 10.000,-, standar untuk obyek wisata alam di Bali. Dan tepat setelah melalui loket kami sudah dibuat terpukau oleh keindahan sungai dan air terjun bagian pertama dan kedua yang tampak dari kejauhan. Selain airnya yang jernih, di kiri kanan terlihat air tanah yang merembes dan membasahi tanah serta tanaman. Bener-bener puas deh pokoknya.

Sungai di sepanjang perjalanan

Sungai di sepanjang perjalanan

Menuruni jembatan terdapat air terjun mini seperti pada gambar di bawah. Di dekatnya, ada semacam ceruk kecil yang banyak dihuni ikan. Menurut si pemandu, di ceruk tersebut kita bisa merasakan terapi ikan seperti yang biasa ada di mall atau tempat spa. Tempting, sayang waktu kami tidak banyak ๐Ÿ™

Air terjun mini

Air terjun mini

Perjalanan pun berlanjut melintasi jalur yang bervariasi. Mulai dari jalan setapak, tangga semen, menyeberang sungai, hingga melompati bebatuan. Tenang, tidak seekstrim yang ada di Secret Canyon Sukawati kok, yang sampai harus ‘merayap’ di tebing batu segala.

Suegernyaaaaa

Suegernyaaaaa

Dari loket masuk hingga menuju air terjun jaraknya sekitar 150 meter. Di tengah perjalanan dan tepat di dekat air terjun terdapat bale untuk beristirahat maupun berselfie-ria. Jadi, tidak perlu takut kecapekan untuk menuju ke garis finish. Kalau pun capek, suer deh, pasti bakal ilang begitu liat air yang seperti di bawah ini. *abaikan modelnya*

Nyemplung nggak ya

Nyemplung nggak ya

Menurut pemandu kami, daerah tersebut cukup aman untuk dipakai berenang dan bermain air. Sayang seribu sayang, karena bertepatan dengan hari Jum’at, kami harus memburu waktu untuk bisa melaksanakan sholat Jum’at di kota Denpasar. Sehingga godaan untuk membasahi tubuh terpaksa harus ditepis sejauh mungkin. Satu kesimpulan yang pasti, suatu saat nanti kami pasti kembali, dengan waktu yang lebih luang, juga pakaian renang ๐Ÿ™‚

Baca juga  Tips Lolos Random Check Imigrasi Jepang

Nantikan video perjalanan kami ke air terjun Gitgit di kanal Youtube TreplingXYZ ya, gaes!

Tips Trepling Ke Air Terjun Gitgit

Berikut ini beberapa tips dan poin penting yang wajib diketahui TreplingLopers sebelum berkunjung ke Air Terjun Gitgit:

  • Air terjun Gitgit dinamai multi-tier waterfall karena terdiri dari beberapa bagian. Info dari pemandu kami, ada tiga yang sudah dibuka untuk umu, dan satu lagi menyusul tahun ini.

  • Bagian pertama paling dekat jaraknya dari Denpasar. Area parkir tepat di pinggir jalan. Kondisi medan menurun pada saat menuju ke air terjun. Bagian ini paling ramai dikunjungi turis.

  • Bagian kedua aksesnya agak keluar dari jalan raya, cukup curam jika menggunakan mobil (sebaiknya diparkir di pinggir jalan). Area parkir terbatas (halaman rumah orang). Kondisi medan sedikit menanjak dan melewati rumah penduduk (ada anjingnya). Menurut pemandu, bagian kedua jaraknya paling dekat dengan air terjun. Lokasi sepi, jarang dikunjungi wisatawan.

  • Bagian ketiga untuk saat ini info kami agak terbatas. Yang jelas, air terjunnya paling tinggi dan sering digunakan untuk aneka kegiatan ekstrem. Area parkir paling luas karena menggunakan semacam pasar atau terminal. Lokasi paling dekat dengan kota Singaraja.

  • Ada terapi ikan alami di air terjun kedua, sesaat setelah turun dari jembatan, di dekat air terjun mini pada gambar di atas. Seperti yang biasa ada di mall atau tempat spa, cuma yang ini gratis ๐Ÿ™‚

  • Kalau punya waktu cukup, jangan lupa untuk siapkan pakaian renang. Airnya seger dan dingin!

  • Jaga kebersihan alam sekitar dan jangan membuang sampah sembarangan!

Galeri Foto

Detil Informasi dan Peta Lokasi

Nama: Air Terjun Gitgit (Multi-tier Waterfall)
Alamat: Jl. Raya Bedugul – Singaraja, Gitgit, Sukasada, Kec. Buleleng, Bali
Tiket Masuk: Rp 10.000,-
Parkir: Gratis

Petunjuk arah: Seperti disebutkan di atas, air terjun Gitgit terdiri dari empat bagian (tiga sudah dibuka untuk umum), dimana untuk ketiga tempat tersebut masing-masing sudah memiliki tanda petunjuk yang cukup jelas di pinggir jalan. Khusus untuk bagian kedua (yang paling jarang dikunjungi wisatawan, yang kami kunjungi pada liputan ini), area parkir agak masuk ke dalam (di luar jalan raya) dan agak curam untuk dilalui mobil. Akses paling mudah adalah bagian pertama (area parkir tepat di pinggir jalan), sedang air terjun yang paling tinggi adalah bagian ketiga (area parkir di semacam pasar / terminal). Silahkan pilih sesuai preferensi TreplingLopers.

Tema artikel yang berhubungan: ,  content.