Kebanyakan wisatawan yang datang ke Hanoi, Vietnam, adalah untuk berbelanja. Maklum, Vietnam, terutama Saigon / Ho Chi Minh dan Hanoi, menawarkan berbagai macam barang berkualitas dengan harga miring. Tapi kota yang sejak bersatunya North Vietnam dan South Vietnam di tahun 1976 lalu didapuk menjadi ibukota negara Vietnam ini ternyata memiliki banyak obyek wisata lain yang sebenarnya cukup menarik untuk dikunjungi. Mulai dari Women’s Museum (museumnya emak-emak), Hanoi Police Museum, hingga Hoa Lu Prison Historial Relic, penjara kuno era penjajahan Perancis yang sudah berdiri sejak tahun 1896 silam.



Sejarah Hoa Lo Prison

Penjara Hoa Lo awalnya dibangun oleh Perancis (yang saat itu sedang menjajah Vietnam) untuk menawan ribuan pahlawan Vietnam dan pejuang revolusi. Dulunya, penjara ini terletak di desa Phu Khanh, Vinh Xuong Canton, The Xuong District. Sebelum digusur, desa ini cukup terkenal atas hasil kerajinannya yang terbuat dari tanah liat dan kayu. Itu pula yang mendasari nama wilayah Hoa Lo, yang dalam bahasa Vietnam berarti “tungku api”, alat yang umum digunakan oleh pengrajin desa Phu Kanh.

Mengenal Penjara Hoa Lu, Neraka Dunia di Hanoi Seabad Yang Lalu

Eksibit peninggalan Phu Kanh Village

Disebut juga “Maison Centrale” (Central House), penjara Hoa Lo adalah salah satu yang terbesar dan juga tersolid di wilayah Indochina. Total luas area mencapai 12,908 m2. Selain itu, untuk memastikan bahwa “seekor semut saja tidak akan bisa masuk”, hampir semua material diimport langsung dari Perancis dengan pilihan kualitas nomer wahid. Dindingnya memiliki ketebalan setengah meter, dengan tinggi mencapai 4 meter. Di bagian atas tembok ditanam pecahan-pecahan kaca serta dipasang kawat listrik untuk mencegah siapa saja keluar (dan masuk).

Mengenal Penjara Hoa Lu, Neraka Dunia di Hanoi Seabad Yang Lalu

Foto kondisi Hoa Lo Prison jaman dulu

Tahanan pertama datang pada tahun 1899. Mereka adalah orang-orang dari gerakan Can Vuon Movement, Dong Kinh Nghia Thuc Movement, Dong Du Movement, serta tahanan politik dari partai Vietnam Nationalist Party.

Untuk memperlancar proses ‘hukum’ (baca: penangkapan para pejuang), pihak penjajah Perancis juga membangun Court of Assizes (pengadilan) dan Secret Agent Office (kantor agen rahasia) di dekat penjara tersebut. Kedua bangunan tersebut masih bisa ditemui hingga sekarang.

Hell On Earth

Bukan tanpa alasan penjara Hoa Lo mendapat julukan sebagai “hell on earth” (neraka di dunia) oleh bangsa Vietnam. Apa yang dialami oleh para tahanan di sana sudah sulit untuk ditolerir lagi dari kacamata HAM. Sadis dan tidak berperikemanusiaan. Banyak tahanan dijejalkan melebihi kapasitas, ditambah dengan urusan kondisi lingkungan yang jauh dari kata higienis, membuat para tahanan tersiksa tidak hanya dari segi fisik, melainkan juga mental.

Mengenal Penjara Hoa Lu, Neraka Dunia di Hanoi Seabad Yang Lalu

Gerbang Barak dan Diorama Kondisi Tahanan

Selain barak untuk menampung tahanan sehari-hari, juga terdapat ruang detensi dan sel khusus terdakwa hukuman mati. Ruang detensi sengaja didesain gelap, sempit, dan minim udara. Lantai yang terbuat dari semen sengaja didesain agar tahanan yang dijebloskan ke sana akan terbaring dengan posisi kepala berada di bawah dalam kondisi terbelenggu. Ini belum ditambah dengan siksaan fisik, sengaja dibuat kelaparan, disiram dengan air saat musim dingin, serta harus buang air di tempat itu juga. Pasca menjalani hukuman di ruang detensi, siapa saja akan mengalami kesulitan untuk berjalan, melihat, bahkan untuk sekedar mengangkat tangannya.

Sel bagi terdakwa hukuman mati bisa dibilang masih agak mending. Meski sama-sama gelap dan harus terbelenggu 24 jam, setidaknya ukuran ruangan dengan dinding setebal 40 cm yang sengaja dicat hitam tersebut masih lebih luas. Sehari dua kali mereka akan mendapat makanan dari penjaga penjara.

Mengenal Penjara Hoa Lu, Neraka Dunia di Hanoi Seabad Yang Lalu

Area Sel Hukuman Mati

Menurut undang-undang saat itu, terdakwa hukuman mati akan ditempatkan di sel selama 10 bulan. Setelah itu, hukuman mereka akan dievaluasi ulang dan bisa saja diubah menjadi penjara seumur hidup. Namun faktanya, eksekusi hukuman mati bisa berlangsung kapan saja, termasuk 2-3 hari berselang semenjak vonis dijatuhkan oleh Court of Assizes. Metode yang digunakan adalah pemenggalan kepala dengan menggunakan Guillotine.

Sekilas Info: Alat penggal kepala Guillotine diciptakan oleh seorang dokter Perancis dengan nama yang sama, Joseph-Ignace Guillotin. Meski terlihat sadis, alat ini dianggap masih lebih ‘manusiawi’ (oleh pihak Perancis) ketimbang metode eksekusi lain yang umum digunakan pada masa itu.

Mengenal Penjara Hoa Lu, Neraka Dunia di Hanoi Seabad Yang Lalu

Penampakan Guillotine

Kehidupan Dalam Penjara

Meski tahanan mendapat jatah makanan setiap hari, namun pihak penjara mampu mengubahnya sebagai bentuk lain dari siksaan bagi mereka. Makanan yang diberikan punya kualitas yang sangat buruk dan sebenarnya jauh dari kata layak untuk dimakan. Seringkali sudah basi dan tidak higienis. Banyak yang akhirnya harus menemui ajal karena kondisi kesehatan yang terus menurun maupun terserang penyakit. Mulai dari beri beri, tipes, disentri, maupun malaria.

Baca juga  Wisata Rumah Doa Bukit Rhema (Gereja Ayam), Magelang

Tapi dimana ada penindasan, di situ pula akan ada perjuangan. Dipelopori oleh tahanan-tahanan politik, mereka diam-diam mengedukasi dan mengajak tahanan lain untuk ber-revolusi dari dalam. Mereka juga mengajarkan hal-hal umum pada tahanan lain, seperti mengenai dunia politik, baca tulis bahasa asing, spiritual, dan sebagainya. Sejak itu, tidak jarang para tahanan melakukan aksi protes terhadap tindakan penjaga penjara yang dianggap terlalu sadis. Mulai dari berteriak secara serentak hingga mogok makan (yang paling umum dilakukan).

Bersatunya para tahanan ternyata menghasilkan jalan untuk menuju kebebasan. Dengan saling bekerjasama, beberapa kali sekelompok tahanan berhasil meloloskan diri dari penjara Hoa Lo. Yang paling epik adalah pada bulan Maret 1945, dimana lebih dari 100 tahanan politik berhasil kabur melalui saluran pembuangan bawah tanah. Mereka kemudian memimpin pemberontakan yang nantinya berujung pada kemerdekaan negara Vietnam. Banyak di antaranya yang lantas menjadi pemimpin papan atas di kalangan politik Vietnam.

Mengenal Penjara Hoa Lu, Neraka Dunia di Hanoi Seabad Yang Lalu

Saksi Bisu Aksi Lolosnya Para Tahanan

Rumah Amerika

Pasca era penjajahan Perancis, penjara Hoa Lo digunakan oleh pemerintah Vietnam sebagai penjara umum bagi orang-orang yang melanggar hukum. Di tahun 1964 hingga 1973, tempat tersebut juga digunakan untuk menahan pilot-pilot Amerika yang pesawatnya tertembak jatuh saat melakukan pengeboman di wilayah Vietnam Utara (era Vietnam War).

Tidak seperti yang dialami oleh tahanan-tahanan di sana, di era ini para tahanan, termasuk pilot-pilot Amerika, diperlakukan dengan baik. Yang terluka pun dirawat secara medis hingga sembuh. Lingkungan penjara serasa tidak ada bedanya bagai markas tentara atau barak tentara Amerika itu sendiri, dimana mereka bisa dengan bebas melakukan aktivitas sehari-hari tanpa ada tekanan. Termasuk bermain olahraga, merayakan hari natal, dan sebagainya.

Mengenal Penjara Hoa Lu, Neraka Dunia di Hanoi Seabad Yang Lalu

Eksibit Era Penahanan Pilot Amerika

Salah dua eks tahanan Hoa Lo yang cukup terkenal adalah Douglas Pete Peterson dan John McCain. Yang disebut pertama adalah duta besar pertama Amerika untuk Vietnam, sedang yang kedua adalah senator Amerika di tahun 2008 dari partai Republik (yang juga sempat menjadi kandidat presiden pada waktu itu).

Hoa Lo Prison Historical Relic

Setelah tidak lagi digunakan, pada tahun 1993, sebagian bangunan penjara Hoa Lo dihancurkan untuk mendirikan Hanoi Tower. Hanya tersisa area seluas 2,434 m2 yang kemudian diubah menjadi situs peninggalan sejarah. Untungnya, bangunan-bangunan yang tersisa masih tetap menunjukkan ciri khas arsitektur bangunan lamanya yang bergaya Perancis. Termasuk dua bangunan bertingkat, dua barak tahanan wanita dan pria, sel hukuman mati, sel detensi, dua menara penjaga, serta dinding yang mengelilingi penjara.

Area ‘museum’ dibagi menjadi dua, yaitu masa penjajahan Perancis dan masa setelah itu. Di dalamnya kita bisa melihat berbagai foto, dokumen, dan benda-benda yang dulunya digunakan oleh para tahanan. Alat-alat penyiksaan maupun eksekusi tahanan juga dapat kita saksikan, termasuk guillotine. Pun demikian dengan bagian penjara yang sempat dimanfaatkan oleh tahanan untuk meloloskan diri.

Mengenal Penjara Hoa Lu, Neraka Dunia di Hanoi Seabad Yang Lalu

Beberapa Benda Peninggalan Penjara

Saya pribadi tidak tahu kondisi museum ini di hari-hari biasa, namun saat berkunjung ke sana, beberapa hari setelah Tahun Baru Vietnam (jatuh pada tanggal 14 Februari 2018), tidak terlalu banyak wisatawan yang datang. Saya malah bertemu dengan seorang warga lokal yang tampak menyusuri eksibit demi eksibit yang ada dengan mata berkaca-kaca. Bisa jadi salah seorang anggota keluarganya dulu pernah ditahan di sana. Meski tidak sempat ngobrol (karena saya juga gak bisa bahasa Vietnam), tapi kami sempat bertukar ucapan selamat tahun baru.

Lokasi penjara Hoa Lo ini tidak jauh dari danau Hoan Kiem yang tersohor dan acap dikunjungi wisatawan. Kurang lebih 1 km saja. Jadi jika TreplingLopers sedang berada di Hanoi, tidak ada salahnya untuk mampir ke Hoa Lo Prison Historical Relic ini. Tidak jauh dari sana juga ada Hanoi Police Museum, satu destinasi anti mainstream lagi yang layak dimasukkan ke dalam itinerari. Percayalah, asyik kok untuk melihat suatu negara dari sudut pandang dan kacamata yang berbeda.

Mengenal Penjara Hoa Lu, Neraka Dunia di Hanoi Seabad Yang Lalu

Hoa Lo Prison Historical Relic

Informasi Umum dan Peta Lokasi

Nama Tempat: Hoa Lo Prison Historical Relic
Alamat: No. 1 Hoa Lo Street, Tran Hung Dao Ward, Hoan Kiem District, Hanoi
Jam Buka: 08.00-17.00 (setiap hari termasuk hari libur)
HTM: VND 30000 / 50000 (sudah termasuk buku panduan)

Tema artikel yang berhubungan: ,