Kalo ngomongin soal penerbangan murah meriah, selain Air Asia yang sudah sejak lama jadi andalan para backpacker, ada nama maskapai Jetstar yang juga sering ngasih promo tiket pesawat dengan harga terjangkau, terutama untuk destinasi luar negeri. Walau tidak serajin Air Asia dalam hal promo, dan harga batas bawahnya pun masih di atas Air Asia, setidaknya Jetstar dapat menjadi alternatif penerbangan dengan budget rendah.



Untuk trip bulan Agustus bulan depan, kebetulan saya membeli tiket pesawat Jetstar untuk rute Surabaya – Singapura. Karena plan travelling yang agak mendadak (hanya sekitar 3.5 bulan dari jadwal), maka salah satu opsi penerbangan dengan biaya terjangkau adalah melalui Jetstar. Itu pun harus rela tiba di bandara Changi tengah malam dan bermalam sejenak di sana.

Kembali ke soal tiket pesawat, minggu kemarin saya baru sadar bahwa nama pada tiket pesawat saya berbeda satu huruf dengan nama di passport. Sialnya, tidak hanya nama pada tiket pesawat Jetstar itu saja, melainkan juga dua penerbangan lain dengan pesawat Air Asia dan TigerAir. Alhasil, saya harus mengurus pengubahan nama tersebut satu persatu di maskapai yang berbeda, dengan prosedur yang berbeda-beda pula.

Kali ini saya coba ceritakan dulu pengalaman saya mengganti nama tiket pesawat di Jetstar.

Awalnya saya mencari informasi terlebih dahulu mengenai nomer kontak mereka dari situs resmi Jetstar Indonesia (http://www.jetstar.com/id/id/home). Dari halaman Layanan Pelanggan, tersedia dua nomer kontak untuk wilayah Indonesia. Yang pertama dapat dihubungi 24 jam (kepala 613 dan 001), sedang yang kedua (kepala 021, Jakarta) hanya pada jam kerja saja, dari Senin sampai Jum’at (08.30-17.00 WIB). Saya memilih untuk menghubungi nomer kedua.

Baca juga  Cara Mengecek Kurs Dolar Dan Nilai Tukar Mata Uang Lainnya Online

Dari percakapan singkat via telpon — kurang dari 5 menit — nama pada tiket saya sudah terkoreksi! Yang saya lakukan hanyalah (1) memberitahukan bahwa terdapat perbedaan satu huruf pada nama yang tercantum di tiket dengan yang ada di passport dan saya ingin mengkoreksinya, (2) menyebutkan kode booking, dan (3) menyebutkan bagian nama yang ingin dikoreksi. Tanpa panjang lebar dan proses yang berliku nama saya langsung dikoreksi oleh mereka. Wew.

Saya tidak berani beropini apakah prosedur penggantian nama di atas aman atau tidak. Di maskapai lain, pengkoreksian nama biasanya membutuhkan konfirmasi berupa scan / foto passport. Dari sisi waktu, jelas cara yang diterapkan Jetstar lebih praktis dan sebagai (calon) penumpang dalam kasus ini saya merasa sangat terbantu.

Yang agak disayangkan adalah mbak penerima telpon yang kurang ramah dan tidak aktif dalam membantu menyelesaikan masalah. Tidak ada ucapan salam, baik di awal maupun di akhir percakapan, juga sempat ditinggal ngobrol sendiri. Si mbak bahkan tidak menawarkan untuk mengirimkan ulang tiket yang sudah dikoreksi kepada saya, untung saja sebelum ditutup telponnya saya masih ingat untuk memintanya.

Yah semoga kekurangan di atas dapat segera diperbaiki oleh pihak Jetstar. Mumpung daftar libur nasional 2016 sudah ditetapkan, siapa tahu bakal beli tiket di situ lagi.

Tema artikel yang berhubungan: ,