Kemajuan teknologi memang telah banyak dirasakan manfaatnya bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak terkecuali para traveler dengan aneka aplikasi yang mempermudah mereka dalam melakukan berbagai persiapan yang terkait dengan perjalanan yang akan dilakukan. Mulai dari mencari informasi tentang destinasi wisata yang dituju, mengecek prakiraan cuaca, mengetahui rute perjalanan, memesan tiket pesawat, hingga melakukan reservasi kamar hotel. Yang disebut terakhir yang kali ini akan dibahas tuntas di sini, khususnya mengenai tips atau hal-hal yang perlu diperhatikan agar proses booking kamar tidak berakhir dengan duka.



Loh, bukannya jika sudah ada sistem yang terkomputerisasi dan online maka kesalahan-kesalahan dapat diminimalisir? Ya, memang benar. Tapi faktanya, tidak jarang terjadi zonk pada saat kita melakukan reservasi kamar hotel secara online, entah dikarenakan oleh sistem aplikasi yang kita gunakan maupun dari pihak manusia.

Ada beberapa contoh skenario.

  1. Kita melakukan pemesanan di hotel ABC (bukan nama sebenarnya) secara online dan transaksi dinyatakan sukses. Namun pada saat hari H dan kita tiba di TKP, pihak hotel menyatakan bahwa bookingan kita tidak terdaftar. Ini pernah saya alami sendiri di sebuah hotel di Bali.

  2. Setelah melihat-lihat foto yang tersaji, kita memutuskan untuk melakukan pemesanan di hotel DEF (bukan nama sebenarnya). Setibanya di sana, penampakan atau spesifikasi kamar yang diberikan ternyata tidak sesuai dengan yang sebelumnya terlihat atau tercantum di tempat kita melakukan pemesanan. Ini juga pernah saya alami di Wai Wai’s Boutique Bed & Breakfast Inn (Myanmar), tapi untungnya saya mendapat kamar yang lebih bagus dari yang terlihat di foto, hehehe.

  3. Kita melakukan pemesanan di hotel GHI (bukan nama sebenarnya), mencatat lokasinya dan mendapatkan petanya, tapi saat tiba di sana tempat tersebut tidak ada. Bisa karena sudah tutup / tidak beroperasi lagi atau memang benar-benar tidak ada hotel dengan nama tersebut di alamat yang tercantum. Yang ini untungnya saya sendiri belum pernah mengalami, tapi dalam sebuah diskusi di grup FB backpacker baru-baru ini ternyata banyak yang mengalaminya loh.

Nah, agar kita bisa terhindar dari skenario-skenario jahat di atas, ada beberapa tips yang bisa diperhatikan pada saat kita melakukan pemesanan kamar hotel secara online, baik melalui situs web maupun aplikasi mobile. Berikut di antaranya:

  • Sebelum memutuskan untuk memesan, baca review yang diberikan oleh user. Hampir semua situs maupun aplikasi booking hotel menyediakan fasilitas review dari user. Biasanya review dari user lebih valid ketimbang informasi yang tercantum di situs maupun aplikasi tersebut. Tidak ada salahnya juga untuk mencari referensi dari luar, seperti dari blog atau media sosial. Cek juga lokasi dan info hotel yang bersangkutan melalui Google Maps.

  • Harga kamar selalu berbanding lurus dengan kualitas. Ada banyak parameternya. Entah dari segi lokasi hotel, kondisi lingkungan, jarak dengan stasiun / bandara / halte, maupun fasilitas hotel itu sendiri. Jangan buru-buru girang mendapatkan harga kamar yang murah dan lakukan pengecekan ulang dengan melakukan tips #1 di atas. Di Jepang yang biaya kamar hotelnya terkenal mahal pun kita masih bisa kok mendapatkan kamar dengan tarif di bawah Rp 150.000,- / malam, tapi ya itu tadi, ‘ada harga ada rupa’ kalau istilah kerennya, hehehe.

  • Sebisa mungkin melakukan pemesanan pada situs maupun aplikasi yang memberikan fasilitas bayar di belakang atau bayar di tempat. Adanya fasilitas ini memungkinkan kita untuk memesan tanpa membayar terlebih dahulu, juga melakukan pembatalan pemesanan sampai batas waktu tertentu secara gratis. Perlu diketahui fitur ini biasanya membutuhkan pemesanan menggunakan kartu kredit sebagai jaminan.

  • Harga kamar biasanya akan lebih murah apabila dipesan pada jauh hari, namun tidak menutup kemungkinan bakal lebih murah di kemudian hari. Dengan memanfaatkan tips #3, teman-teman bisa melakukan pemesanan terlebih dahulu di awal, lalu saat sudah dekat dengan hari H, lakukan pengecekan ulang terhadap harga kamar di hotel yang bersangkutan. Jika memang lebih murah, tinggal batalkan saja pemesanan sebelumnya dan lakukan pemesanan ulang. Saya sering kok pakai trik ini, hehehe.

  • Jika sudah melakukan pemesanan, SELALU cetak bukti pemesanan. Jangan malas! Banyak yang tidak melakukan hal ini karena mengira saat transaksi berhasil semuanya sudah beres. Padahal, ini seringkali menjadi celah bagi pengusaha hotel yang tamak untuk berpura-pura tidak menerima order kita. Dengan adanya bukti reservasi, kita punya argumen kuat bahwa kita sungguh sudah melakukan pemesanan kamar.

  • Poin terakhir dan yang paling penting, selalu lakukan transaksi di situs maupun aplikasi yang memang sudah terkenal dan terpercaya. Jangan karena tergiur hanya diskon yang selisihnya tidak seberapa kita jadi coba-coba melakukan booking melalui situs maupun aplikasi yang tidak jelas. Dan terpercaya ini dari segi pelayanan purna jualnya. Tiga nama yang cukup diapresiasi oleh traveler adalah Agoda, Booking.Com, dan Traveloka. Saya sering menggunakan ketiganya dan sejauh ini bisa direkomendasikan.

Baca juga  Review Araya Homestay, Pacitan, Jawa Timur

Itu tadi aneka tips yang berkaitan dengan pesan kamar hotel secara online. Jika TreplingLopers punya tips yang ingin ditambahkan, sampaikan saja melalui form komentar yang ada di bawah ya. Tapi pada intinya begini, meski keberadaan situs web dan aplikasi mobile untuk reservasi hotel sangat membantu kita, kita tetap harus waspada, berhati-hati, dan tidak bermalas diri dalam melakukan persiapan perjalanan kita. Biar gak zonk. Biar gak galau hati.

Hepi Trepling!

Tema artikel yang berhubungan: ,