Saya mendengar tentang Rumah Doa Bukit Rhema (atau lebih dikenal dengan nama Gereja Ayam) pertama kali pada tahun lalu, dari sebuah situs luar negeri. Sebenarnya sih saya yakin 100% kalau informasi tersebut saya peroleh dua tahun lalu, tapi saya tidak menemukan pembuktian terhadap memori tersebut, sehingga baiklah, anggap saja saya memang baru mendengarnya tahun kemarin. Yang pasti, sejak itu, saya sudah memasukkan Gereja Ayam ini ke dalam daftar tempat yang harus saya kunjungi. Dan akhirnya cita-cita tersebut tercapai minggu lalu.



Sekilas tentang Rumah Doa Bukit Rhema, bangunan ini dibuat oleh seseorang bernama Daniel Alamsjah, yang pada suatu waktu mendapat ‘wangsit’ untuk membangun sebuah tempat ibadah bagi siapa saja dengan bentuk burung merpati. Setelah itu, pada tahun 1989, ketika sedang berada di Magelang, atau lebih tepatnya di bukit Rhema, ia melihat bahwa tempat tersebut ternyata mirip dengan apa yang ada di mimpinya. Ia pun berdoa semalaman di tempat tersebut dan mendapat keyakinan bahwa memang itulah lahan dimana ia harus membangun rumah doa yang ada di mimpinya. Dengan biaya sekitar 2 juta rupiah, Daniel pun membeli tanah seluas 3000 meter persegi tersebut. Sayangnya, proses pembangunan harus berhenti di tahun 2000 karena kurangnya dana.

Salah satu yang unik dari Rumah Doa Bukit Rhema adalah bentuknya yang lebih mirip ayam daripada merpati. Ditambah dengan penduduk sekitar yang menganggap Daniel membangun gereja (karena ia beragama Kristen), sehingga pada akhirnya tempat tersebut lebih dikenal dengan nama Gereja Ayam atau Chicken Church. Istilah lain bagi bangunan ini adalah Church Chicken, Bird Church, Church Dove, dan Pigeon Hill.

Sejarah yang lebih detil dapat dibaca di http://www.putrinyanormal.com/2015/04/bukit-rhema-dan-gereja-misteriusnya.html.

Perjalanan saya ke Bukit Rhema diawali dari Punthuk Setumbu. Meski sebenarnya ada jalur setapak dari Setumbu menuju Gereja Ayam, namun berhubung pada hari itu sempat turun hujan dan tanah becek, maka saya dan kawan-kawan memutuskan untuk berpindah lokasi menggunakan mobil. Dan meski sempat deg-degan karena harus melewati jembatan yang hanya sedikit lebih lebar dari mobil Avanza yang kami gunakan, serta sempat salah mengambil arah dan kesasar, akhirnya kami pun tiba di area parkir Rumah Doa.

Sayang perjuangan belum usai karena kami masih harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menaiki tanjakan yang cukup curam sejauh 150 meter. Untungnya tekat untuk bertemu si ayam cukup besar sehingga tiba jugalah kami di Gereja Ayam.

Jalan menuju Bukit Rhema

Jalan menuju Bukit Rhema

Keseluruhan bangunan rumah doa

Keseluruhan bangunan rumah doa

Kondisi bangunan Rumah Doa di bagian dalam sudah sangat berubah dibandingkan dengan foto yang saya lihat sebelumnya. Lantai bangunan dalam sudah hampir seluruhnya tertutup keramik, sehingga salah satu impian untuk berfoto dengan latar bangunan terbengkalai terpaksa dicoret dari daftar.

Baca juga  Pacitan, Surga Tersembunyi Di Pulau Jawa

Ada sekitar 3 orang yang menjaga pintu masuk bangunan. Setelah membayar tiket masuk sejumlah Rp 10.000,- / orang, kami diarahkan untuk menaiki tangga menuju ke bagian atas kepala ayam merpati. Ada 4 lantai yang harus dilalui sebelum akhirnya tiba di bagian teratas.

Lantai sudah sepenuhnya tertutup keramik

Lantai sudah sepenuhnya tertutup keramik

Berhubung sebelumnya hujan, dan kami tiba di sana pada pagi hari, maka pemandangan dari bagian atas kepala merpati agak tertutup kabut. Agak mengecewakan memang. Ditambah dengan sekelompok alay yang mengambil spot paling asik tanpa mau berbagi. Yah tapi setidaknya masih bisa foto-foto seru dan menikmati pemandangan alam yang menyejukkan mata.

View dari puncak gereja ayam

View dari puncak gereja ayam

Niru Rangga di AADC? 2

Niru Rangga di AADC? 2

Satu penyesalan terdalam saya adalah *lupa* untuk menengok bagian underground serta bagian belakang dari Gereja Ayam. Efek capek dan lapar pada saat itu sukses menguasai otak dan pikiran ๐Ÿ™

Bagi teman-teman yang ingin mengunjungi tempat ini, baik karena tertarik oleh asal usulnya, atau karena ingin dianggap kekinian setelah menonton film Ada Apa Dengan Cinta? 2, sebaiknya buruan deh. Pasukan alay perusak sudah banyak mengotori tembok bangunan dengan coretan-coretan gak jelas. Di internet juga dapat ditemui beberapa yang melakukan aksi selfie sambil berdiri di luar batas pagar. Sebelum keburu ambruk, buruan berkunjung deh, hehehe.

Galeri Foto dan Peta Lokasi

Alamat: Kembanglimus, Borobudur, Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
Tiket Masuk: Rp 10.000,-
Tiket Parkir: Rp 10.000,- (mobil)

Tema artikel yang berhubungan: ,  rute gereja ayamtiket masuk gereja ayamlokasi gereja ayamalamat gereja ayamAlamat gereja ayam magelang.