Perjalanan singkat saya di Kyoto menyisakan dua hal yang berkesan. Petunjuknya, tomat dan ayam. Yang satu memang berhubungan dengan kuliner, namun tidak dengan yang satunya lagi. Jangan bingung karena yang saya maksudkan adalah Tomato Guest House dan Ramen Ayam-Ya yang kebetulan letaknya hanya terpisah kurang lebih 100 meter saja. Dan kebetulan juga, keduanya meninggalkan kesan yang mendalam. Seperti apa?



Tomato Guest House

Tomat Dan Ayam Yang Berkesan Di Kyoto

Tampak depan Tomato Guest House

Tomato Guest House adalah satu dari sedikit hostel murah yang ada di area walking distance dari stasiun Kyoto. Sukses mendapat kamar di hostel ini sempat membuat saya girang karena kembali bisa menipiskan budget. Tapi harga memang seringkali tidak bohong dan berbanding lurus dengan kenyamanan. Setelah disambut dengan pelayanan top dari pria di bagian resepsionis yang fasih berbahasa Inggris, saya dan teman saya mendapati kenyataan bahwa di hostel ini tamu diwajibkan untuk memasang sendiri seprei dan selimut bantal di tempat tidur masing-masing! Tidak terlalu masalah sih, hanya terasa aneh dan merepotkan saja. Namun setelah melihat kondisi matras dan cover tempat tidur yang sudah cukup nyaman dan bersih, saya memilih untuk tidak memasang seprei dan menghemat energi saya untuk berjalan-jalan, hehehe.

Tomat Dan Ayam Yang Berkesan Di Kyoto

Kamar dorm yang berantakan

Kamar tipe dorm yang saya tempati terdiri dari dua tempat tidur susun dan satu buah lemari pakaian yang dapat dipakai bersama. Selain pembersih udara, tidak ada fasilitas lain di dalam kamar. Di luar kamar, ada dua buah kamar mandi dan dua buah toilet. Juga ada mesin pencuci pakaian yang dapat dipakai menggunakan koin. Sayang tidak tersedia mesin pengering. Di dalam kamar mandi sudah tersedia sabun cair dan shampoo, namun kita tidak mendapat handuk. Untung saya sudah membawanya dari rumah, berjaga-jaga apabila mendapati hal semacam ini.

Yang paling saya suka dari Tomato Guest House ini justru area common room-nya. Rasanya lebih nyaman tidur di sana ketimbang di dalam kamar. Ada TV, sofa, bean chair, dan meja dengan penghangat. Dengan suhu Kyoto yang relatif lebih dingin dibandingkan kota Tokyo dan Osaka, common room yang hangat jelas terasa bagai surga dunia. Sayangnya tamu-tamu di hostel ini tidak terlalu suka bersosialisasi. Dua malam cangkruk di common room dan tidak satu pun ada tamu lain yang masuk ke sana.

Tomato Hostel ini sendiri berjarak kurang lebih 800 meter dari stasiun Kyoto. Di arah yang berbeda ada pusat perbelanjaan Aeon Mall dan juga sento di seberangnya. Saya sempat mengunjungi Aeon Mall tersebut untuk membeli manset HeatTech-nya Uniqlo, namun baru menyadari keberadaan pemandian umum di dekatnya saat sudah tiba kembali di hostel. Sayang sekali. Padahal sudah kebayang betapa nikmatnya berendam air hangat di sento di tengah dinginnya udara kota Kyoto…

Baca juga  Review Festa Hostel, Phuket

Alamat: Jepang, 〒600-8241 Kyōto-fu, Kyōto-shi, Shimogyō-ku, Shimizuchō, 京都府京都市下京区 塩小路通堀川西入志水町135
Biaya: mulai Rp 260.000,- / malam (cek harga terbaru)

Ramen Ayam-Ya

Tomat Dan Ayam Yang Berkesan Di Kyoto

Tampak depan Ramen Ayam-Ya

Malam terakhir di Kyoto dan saya baru menyadari ada restoran halal yang jaraknya hanya 100 meter saja dari Tomato Guest House. Namanya restoran Ramen Ayam-Ya dan letaknya ada tepat di ujung jalan. Tidak bakal terlewat karena ada tulisan besar “Ayam-Ya” di bagian depan.

Begitu masuk ke dalam saya dan rekan sudah disambut oleh seorang pelayan wanita yang lancar berbahasa Indonesia. Dari logatnya sih sepertinya memang orang Indonesia, tapi wajahnya lebih mirip orang Malaysia. Secara singkat ia menjelaskan mengenai proses pemesanan makanan di sana yang menggunakan sistem vending machine. Untuk gambaran pilihan menunya sendiri dapat dilihat pada foto yang tertempel di tembok.

Kangen nasi yang beneran nasi membuat saya memutuskan untuk memilih menu Chicken Over Rice (Nasi Ayam) seharga ¥680. Kawan saya, yang maniak ramen pedas, memilih menu Spicy Miso Ramen yang berbandrol ¥800. Untuk minum sudah tidak perlu memesan lagi karena ada air putih dingin yang dapat dinikmati sepuasnya secara gratis.

Tidak butuh waktu lama untuk menunggu datangnya pesanan saya. Dan sesuai harapan, nasinya benar-benar seperti nasi yang di Indonesia, tidak terasa hambar seperti paket-paket frozen food dan onigiri yang ada di minimarket Jepang. Rasa ayamnya juga mantap, lezat dan sedikit pedas. Bagaimana dengan Spicy Miso Ramen pesanan kawan saya? Well, hingga hari terakhir kami berada di Jepang, ia masih memujanya sebagai ramen terenak (dan terpedas) yang pernah ia makan selama di negeri Sakura 🙂

Tomat Dan Ayam Yang Berkesan Di Kyoto

Chicken Over Rice

Usai makan saya baru menyadari adanya foto dan tanda tangan beberapa artis Indonesia yang terpajang di tembok. Mulai dari Rossa, Melly Goeslaw, hingga Hanung Bramantyo. Terkenal juga rupanya restoran ini, hingga gaungnya sampai ke telinga para seleb.

Seperti halnya kebanyakan resto halal di Jepang, Ramen Ayam-Ya juga menyediakan ruangan mushola untuk sholat. Meski tidak terlalu luas, tapi hebatnya mereka memberikan dua buah bilik ibadah, satu untuk pria, dan satu untuk wanita. Ada kran air untuk berwudhu di masing-masing bilik.

Tomat Dan Ayam Yang Berkesan Di Kyoto

Ruang mushola

Secara keseluruhan saya sangat merekomendasikan rumah makan ini bagi TreplingLopers yang sedang berkunjung ke Kyoto, terutama rekan-rekan muslim yang mencari menu kuliner yang terjamin kehalalannya. Pengalaman saya, selain kuliner kebab dan resto India yang ada di dekat masjid Islamic Culture Center, agak sulit untuk menemukan sajian halal lainnya di Kyoto. Harganya pun sangat terjangkau, di bawah standar rata-rata harga makanan di Jepang. Untunglah dari segi rasa tidak ikutan ada di bawah standar, setidaknya untuk lidah orang Indonesia.

Alamat: 3 Mikatakonyachō, Shimogyō-ku, Kyōto-shi, Kyōto-fu 600-8238, Jepang
Biaya: ¥380 – ¥800

Tema artikel yang berhubungan: ,