Saat backpacking, saya seringkali menghindari hotel (maupun hostel) ternama karena biasanya overrated. Di Tokyo, saya sengaja melanggar kebiasaan saya sendiri karena penasaran dengan hostel yang satu ini, GRIDS. Pasalnya, di Youtube, kebetulan ini adalah hostel di wilayah Tokyo yang paling sering saya temui reviewnya. Setelah disesuaikan dengan itinerari, pilihan pun jatuh pada cabang mereka yang ada di Akihabara, hanya beberapa ratus meter dari pusat anime dan eletronik tersohor itu. Dekat sungai pula, salah satu spot favorit saya yang memiliki zodiak Aquarius.



Gampang-gampang susah untuk menemukan lokasi hotel yang berdiri sejak bulan April 2015 lalu ini. Gampang karena posisinya tercantum dengan jelas di Google Maps, susah karena papan penanda akomodasi tidak terlalu besar. Saya baru sadar sudah sampai di sana setelah beberapa meter melewati pintu masuknya, hehehe. Seperti bisa dilihat pada peta di bawah, bangunan hostel GRIDS terletak di pojok perempatan. Tidak persis di paling ujung sih, karena sebelahnya adalah sebuah taman. Di seberang ada restoran makanan India, cucok bagi TreplingLopers yang beragama Islam karena sudah pasti menyajikan makanan halal. Soal rasa jangan khawatir. Saya sudah mencobanya dan lumayan enak. Nanti deh saya review sendiri di artikel lain.

Tampak depan

Untuk ukuran negara Jepang, resepsionis di GRIDS lumayan mahir berbahasa Inggris. Tidak perlu buka kamus atau aplikasi penterjemah untuk berkomunikasi dengan mereka. Bersama rekan, kami membooking kamar bertipe dorm, yang bentuknya serupa dengan kaplingan-kaplingan di hotel kapsul. Tertutup, walau ujungnya hanya berupa sekat tirai saja. Luas kubikelnya cukupan, hanya untuk yang bertubuh tinggi bakal tersiksa karena tidak terlalu panjang. Ada beberapa bule yang saya lihat kakinya sampai menjulur keluar saat tidur, hehehe.

Kubikel dorm

Private shower dan locker tersedia di setiap lantai. Termasuk juga shoe locker dan sandal yang bisa kita gunakan selama di dalam hostel. Aneka perlengkapan mandi tersaji di ruang ganti, meski saya pribadi agak risih juga sih kalau harus menggunakan semacam face wash, odol, dan sebagainya bersama-sama. Handuk otomatis akan diberikan yang baru setiap harinya, jadi kita bisa meletakannya di keranjang handuk kotor setiap kali usai menggunakannya.

Oh ya, kamar mandinya ala Jepang ya gaes. Ada area berganti baju di depan ruang kamar mandi sendiri. Untuk area ganti baju itu sendiri hanya ditutup dengan tirai. Tapi karena untuk tamu pria dan wanita sudah dipisah lantainya, tidak perlu malu-malu lagi, hehehe. Yang ajaib sih, ada dua kamar mandi yang area ganti bajunya menjadi satu. Bisa intip-intipan tuh 😀

Kamar mandi (2)

Bagaimana dengan pengalaman selama di sana? Well, saya lebih memilih untuk tetap berpegang teguh pada aturan saya, hindari akomodasi populer. GRIDS Akihabara memang tidak jelek, tapi karena tersohor, sudah pasti yang datang juga tidak sedikit. Dan dari yang tidak sedikit itu, pasti ada sebagian yang tidak memiliki manner. Bayangkan, dengan lorong yang sebenarnya cukup lebar, saya tetap tidak bisa melintasinya dengan nyaman karena banyak tamu yang asal meletakkan ransel dan pakaian mereka di depan kubikel dorm mereka masing-masing. Bahkan ada yang meletakkan kopernya persis di depan kubikel dorm saya dengan sengaja (karena sudah digeser namun bisa kembali lagi menutupi tempat saya), yang membuat saya harus menggeser-geser barang yang notabene bukan milik saya sendiri setiap kali hendak keluar masuk ‘kamar’. Rempong, cyinnn.

Baca juga  Itinerary Kyoto 3 Hari 2 Malam Ala Backpacker - Cuma Sejutaan!

Tapi sekali lagi, ini masalah preferensi pribadi, yah. Di luar itu, seperti saya sebutkan di atas, hotel ini tidak jelek. Lokasinya strategis, bersih, dan fasilitasnya memadai; termasuk free Wi-Fi yang aksesnya lancar jaya. Ada common room di lantai enam, yang sayangnya tidak terlalu besar. Ada lift juga kok, tidak perlu khawatir bagi yang doyan traveling bawa koper gede tapi males males manja kalo disuruh angkat sampai ke kamar, hehehe. Restoran? Ada sebenarnya, tapi sedang ‘direnovasi’ saat saya menginap di sana Februari lalu. Minimarket pun ada, sekitar 100 meter dari TKP. Di seberang minimarket tersebut juga ada pos polisi, siapa tahu teman-teman ingin selfie bareng polisi Jepang.

GRIDS sendiri memposisikan diri mereka sebagai hotel sekaligus hostel. Tidak salah juga sih, karena kamar bertipe private yang mereka tawarkan, dari gambarnya, terlihat memiliki kelas kamar hotel. Bukan sekedar kamar tipe dorm yang di-private-kan seperti kebanyakan hostel. Coba lihat foto penampakannya di bawah ini, lumayan keren kan? Dengan bandrol sekitar ¥5000 / malam, kamar yang bisa ditempati oleh dua orang ini cocok juga bagi teman-teman yang pergi bersama pasangannya. Setuju?

Private room

Info Lokasi dan Peta

Nama: GRIDS Akihabara Hotel + Hostel
Alamat: 2 Chome-8-16 Higashikanda, Chiyoda-ku, Tōkyō-to 101-0031, Jepang
Biaya: Mulai Rp 300.000,- an (dorm) dan Rp 400.000,- an (single) / malam (pesan kamar atau cek harga terbaru)

Galeri Foto

Tema artikel yang berhubungan: ,