Ada beberapa hal yang bisa membuat perjalanan atau kegiatan traveling kita menjadi tidak nyaman. Seperti cuaca yang tiba-tiba berubah, kehilangan dokumen, atau kondisi tubuh yang mendadak tidak fit. Salah satu yang membuat saya sendiri dulunya tidak terlalu berminat untuk bepergian ala backpacking adalah karena kasus yang disebabkan terakhir. Entah mengapa, setiap kali pergi ke luar kota, dimanapun itu, dua tiga hari kemudian pasti kondisi tubuh saya ngedrop. Dan seringkali, pada saat kembali ke kota tempat saya tinggal, kondisi tersebut disusul oleh demam. Males banget kan kalau harus ngalamin yang seperti itu setiap kali berniat jalan-jalan?



Untungnya, beberapa tahun lalu ‘tanpa sengaja’ saya mendapati solusinya. Sedikit demi sedikit saya mulai menerapkan dan ‘memodifikasi’ solusi tersebut di setiap perjalanan, hingga akhirnya benar-benar bisa menjaga kebugaran tubuh meski harus melakukan backpacking dalam jangka waktu (agak) lama dengan itinerary yang lumayan menguras keringat.

Bagi teman-teman TreplingLopers yang mungkin saja mengalami hal yang sama dengan saya sebelumnya, mungkin tips-tips yang akan saya sampaikan di bawah ini bisa bermanfaat.

Berdasarkan pengalaman pribadi, kunci agar tetap fit saat melakukan traveling sebenarnya ada dua. Yaitu (1) mempersiapkan kondisi tubuh sebelum melakukan perjalanan, dan (2) menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat di saat melakukan perjalanan.

Mempersiapkan Kondisi Tubuh Sebelum Melakukan Perjalanan

Sebelum bisa melakukan persiapan ini, kita harus terlebih dahulu mengetahui atau merencanakan aktivitas-aktivitas apa saja yang akan kita lakukan di saat traveling. Apakah hendak bepergian ala backpacker yang banyak mengandalkan tenaga untuk menghemat biaya? Atau ala turis yang sebaliknya, mengandalkan banyak biaya untuk menghemat tenaga? Ada jugakah kegiatan ekstrim atau banyak menguras keringat di dalam itinerary kita?

Yang pasti harus dilakukan adalah memastikan kondisi tubuh dalam keadaan 100% fit saat perjalanan dimulai. Makanlah makanan yang sehat dan menghindari makanan-makanan yang jahat bagi tubuh setidaknya mulai dari seminggu sebelumnya. Saya biasanya sekaligus berpuasa dalam 1-2 minggu sebelum melakukan traveling yang memakan waktu lebih dari seminggu untuk lebih menstabilkan kondisi tubuh, sekaligus mempersiapkan lambung untuk tidak berharap mendapat banyak asupan makanan karena saya jarang berwisata kuliner, khususnya saat backpacking ke luar negeri.

Jika teman-teman akan melakukan aktivitas yang banyak menguras energi, seperti banyak berjalan kaki, hiking / trekking, bersepeda, siapkan juga stamina dengan rutin berolahraga setidaknya mulai 1 bulan sebelum keberangkatan. Saat beberapa tahun lalu bersepeda di beberapa tempat di Bali misalnya, setiap jam 8-9 malam saya bersepeda beberapa kilometer di sekitar area tempat tinggal saya. Persiapan olahraga ini sangat penting karena saya juga merasakan sendiri dampaknya kurang persiapan tubuh saat backpacking ke Jepang awal tahun 2017 ini. Saya tidak menyangka banyak sekali anak tangga yang harus didaki di stasiun-stasiun kereta maupun subway di negeri Sakura tersebut, sehingga pada hari ke-4 atau ke-5, bagian lutut kaki kanan saya mengalami keseleo dan tentu saja mengurangi kenyamanan beraktivitas di sisa liburan.

Menjaga Kondisi Tubuh Agar Tetap Sehat Di Saat Melakukan Perjalanan

Untuk bisa menerapkan tips kedua, kita sebaiknya memahami terlebih dahulu mengenai kondisi tubuh kita. Apa yang bisa membuat kita merasa tidak sehat, makanan apa yang sebaiknya dihindari, vitamin yang cocok bagi tubuh kita, dan sebagainya. Yang akan saya sebutkan di bawah ini adalah yang cocok bagi tubuh saya, jadi nanti bisa disesuaikan sendiri oleh teman-teman.

  • Minum vitamin atau obat untuk menjaga stamina tubuh di pagi hari. Andalan saya adalah Kamil, yang merupakan kombinasi dari Minyak Jinten Hitam, Propolis, dan Minyak Zaitun Extra Virgin. Meski disarankan untuk diminum 3 kali sehari untuk menjaga stamina, apabila kondisi tubuh biasa-biasa saja, saya rasa sehari sekali sudah cukup.
  • Minum Tolak Angin (atau sejenisnya) di malam hari sebelum tidur. Tujuannya hampir sama dengan yang disebutkan di atas, namun yang ini lebih mengarah pada pencegahan terhadap demam, yang biasanya terjadi pada saat tubuh berekasi terhadap perubahan cuaca atau lingkungan di satu tempat dengan tempat lain.
  • Menggunakan Counterpain (atau sejenisnya) pada bagian kaki di malam hari sebelum tidur. Ini saya lakukan apabila siang harinya banyak melakukan perjalanan dengan kaki atau berkegiatan ekstrim. Selain untuk mencegah kram di malam hari, cara ini juga akan menghilangkan letih pada kaki kita sehingga akan segar kembali di saat terbangun keesokan harinya. Kenapa? Karena Counterpain (atau sejenisnya) dapat melancarkan peredaran darah yang mungkin saja terhambat gegara melakukan aktivitas ekstrim atau melelahkan tubuh.
  • Minum Promag / Entrostop (atau sejenisnya) setiap usai menyantap makanan yang berpotensi membuat perut menjadi tidak nyaman (misal: makanan pedas atau makanan pemicu asam lambung) dan/atau setiap usai menyantap makanan yang kita sendiri tidak terlalu yakin dengan bahan dasarnya dan efeknya terhadap tubuh. Sudah banyak cerita tentang traveler yang gagal menikmati liburannya hanya gara-gara terlalu asyik berwisata kuliner tanpa memikirkan efeknya terhadap tubuh. Padahal, tahu sendiri dong, kalau perut sudah terasa mual, bakal buyar semua segala itinerary yang sudah dirancang. Jadi, tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Betul, tidak?
Baca juga  Cara Refund Tiket Pesawat AirAsia

Selain obat-obatan di atas, saya tidak pernah membawa obat lainnya, seperti obat batuk, obat pusing, dan sebagainya. Mungkin jika teman-teman paham mengenai ilmu kesehatan, hal-hal semacam itu umumnya hanyalah efek samping dari penyakit yang sebenarnya. Dan hampir semua penyakit, umumnya disebabkan oleh kondisi tubuh yang menurun. Jadi, sebaiknya kita usahakan agar kondisi tubuh kita tetap fit dan stabil, ketimbang harus membawa berenteng-renteng obat.

Oh ya, yang satu lagi jangan sampai dilupakan adalah obat alergi, khususnya yang memiliki alergi terhadap sesuatu. Saya pernah dua kali alergi terhadap udang beberapa tahun lalu, sampai-sampai harus dibawa ke UGD 😀 Walau setelah itu tidak pernah lagi mengalaminya, saya tetap berjaga-jaga dengan membawa beberapa butir CTM.


Nah, demikianlah beberapa tips ala Trepling bagi teman-teman yang ingin agar tubuhnya tetap fit saat melakukan traveling. Apalagi bagi yang bepergian seorang diri dengan gaya ala backpacker alias solo backpacking. Hal-hal yang tidak diinginkan harus ditekan sebisa mungkin, terutama yang tidak berpotensi membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

Tema artikel yang berhubungan: ,