Hampir 2 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 3 Mei 2015, walikota Surabaya ibu Risma Trimaharani meresmikan dibukanya Museum Surabaya di gedung Siola yang sudah diambil alih oleh Pemkot sebelumnya. Museum ini menempati lantai dasar dari bangunan yang dulunya bernama White Laidlaw tersebut, di bawah Taman Gantung Surabaya yang diresmikan beberapa waktu setelahnya, tepat di samping area pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dispendukcapil). Sehingga, masyarakat yang sedang berkunjung ke sana untuk mengurus sesuatu yang berkaitan dengan instansi tersebut — seperti mengurus KTP, Kartu Keluarga, dan sebagainya — dapat sekaligus berwisata sejarah di museum yang buka setiap hari kecuali hari Senin itu.



Pemilihan lokasi museum ini sendiri menurut saya sangat tepat. Jalan Tunjungan dan sebagian besar bangunan-bangunan di sepanjang jalan seperti diketahui memiliki nilai sejarah yang cukup kental, terutama saat terjadi perang melawan sekutu dan adanya insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato (sekarang hotel Majapahit). Di saat itu, gedung Siola sempat digunakan oleh para pejuang untuk menahan serangan penjajah yang datang dari utara, sebelum akhirnya dibumihanguskan.

Setelah sempat menjadi pusat perbelanjaan dan digunakan oleh Ramayana Department Store, gedung Siola kini berubah nama menjadi Tunjungan City (jangan keliru dengan Tunjungan Center yang ada di sampingnya) dan digunakan sebagai kantor terpadu beberapa instansi pemerintahan kota Surabaya.

Kembali ke soal museum. Sebelum masuk ke dalam, di bagian depan kita sudah mendapat suguhan sejarah masa lalu kota Surabaya. Ada lokomotif kereta tua, meriam kuno, dan mobil pemadam kebakaran (PMK). Yang menarik, mobil tersebut ternyata adalah salah satu yang digunakan oleh dinas pemadam kebakaran untuk memadamkan kebakaran yang melanda gedung Siola pada tahun 1982 silam. Selain itu ada pula cerita di balik meriam kuno yang ternyata ditemukan ibu Risma sendiri saat ia masih menjabat di Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya. Sebelumnya, meriam tersebut dititipkan di Museum Trowulan, Mojokerto, namun kini dibawa kembali ke kota pahlawan untuk dipajang di Museum Surabaya.

Mobil Pemadam Kebakaran (PMK)

Oh ya, untuk mempercantik, juga dibangun sebuah taman mini dan kolam air mancur di sudut jalan.

Masuk ke bagian dalam, kita disambut oleh deretan foto para walikota Surabaya, mulai dari yang pertama hingga yang sekarang masih menjabat. Juga ada sebuah buku yang berisi sejarah atau profil singkat dari masing-masing walikota tersebut.

Foto para walikota Surabaya

Itu saja? Tentu tidak. Ada naskah / buku yang dulu digunakan untuk keperluan catatan sipil (termasuk catatan penghuni makam!), alat-alat medis jaman dahulu (misal: tempat tidur, alat pemeriksaan kandungan, hingga simulasi dukun!), perabotan kuno, aneka penghargaan yang diperoleh kota Surabaya, foto penampakan berbagai sudut pandang kota pada tempoe doeloe, kebudayaan kota Surabaya (misal: Tari Remo, Jaranan, dan Wayang kulit), hingga alat transportasi yang merupakan ciri khas kota Surabaya. Yang mungkin banyak dikenal adalah angguna (Angkutan Serba Guna), namun saat berkunjung ke sana saya jadi tahu bahwa ada dua jenis becak berdasarkan waktu operasinya, becak siang dan becak malam. Pembagian tersebut sengaja dilakukan karena jumlah becak yang pada masa itu terlalu banyak. Mungkin dengan menjamurnya ojek online setelah ini bakal ada ojek siang dan ojek malam juga, hehehe.

Becak Pagi dan Becak Siang

Ada yang bisa menjelaskan ini apa???

Naskah kuno

Tari Remo

Bagi yang gemar berselfie ria, di depan museum terdapat berbagai lukisan-lukisan menarik yang masih berhubungan dengan kota Surabaya. Saat berkunjung ke sana, saya juga mendapat suguhan pameran barang bekas yang unik. Untuk ke depannya, gedung Tunjungan City akan dijadikan sebagai sentra UKM dan pusat jajanan khas kota Surabaya. Semoga saja hal tersebut bakal cepat terwujud.

Lukisan seni

By the way, mungkin sedikit masukan bagi pihak terkait yang mengelola museum, tidak ada salahnya untuk membuat jalur bagi pengunjung di dalam area museum sehingga pengunjung bisa menikmati eksibit-eksibit yang ada secara lebih teratur dan nyaman. Suatu saat nanti pasti akan berguna apabila jumlah eksibit yang ada semakin berkembang. Tidak ada salahnya kan apabila diatur mulai dari sekarang? 🙂

Baca juga  6 Kegiatan Seru Yang Bisa Dilakukan di Osaka Bay

Info Lokasi dan Peta

Nama: Museum Surabaya
Alamat: Jl. Tunjungan No.1-3, Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60275
Jam Buka: 09.00 – 20.00 (Senin tutup)
Tiket Masuk: Gratis

Galeri Foto

Tema artikel yang berhubungan: ,