Sempat menjadi ibukota Jepang di tahun 794 hingga 1868, Kyoto (京都), kota terbesar ke-tujuh di negeri Sakura, kini tersohor sebagai kota yang kaya akan sejarah dan ratusan, atau mungkin ribuan, kuil yang tersebar di berbagai penjuru kota. Wajar jika siapa saja yang berlibur ke Kyoto pasti mengagendakan kunjungan ke kuil-kuil tersebut di dalam itinerary mereka. Membosankan? Jangan khawatir. Banyak kuil yang memiliki taman-taman yang indah, lengkap dengan kolam yang jernih serta sungai kecil yang mengalir. Selain mendapatkan nuansa religi dan ketenangan batin, kita pun bakal puas menikmati keindahan alam yang tersaji dengan rapi dan teratur.



Baca juga: Itinerary Keliling Kyoto Ala Backpacker

Berikut ini daftar kuil-kuil yang wajib dikunjungi apabila teman-teman sedang berada di kota Kyoto. Tidak dalam urutan tertentu, ya, acak saja.

1. Kinkakuji (Golden Pavilion)

Kinkakuji (Golden Pavilion)

Terletak di sisi utara kota Kyoto, Kinkakuji (金閣寺, Golden Pavilion) merupakan kuil yang dua lantai bangunan bagian atas sepenuhnya dilapisi oleh emas. Kuil yang dulunya bernama Rukuonji ini awalnya adalah villa peristirahatan shogun Ashikaga Yoshimitsu sebelum akhirnya dijadikan kuil Zen atas wasiatnya saat ia meninggal di tahun 1408.

Di sekeliling bangunan kuil terdapat kolam besar dan taman yang indah. Di salah satu bagian taman terdapat Anmintaku Pond, kolam kecil yang katanya tidak pernah kering, serta patung dimana pengunjung dapat melemparkan koin untuk mendapatkan keberuntungan. Arah menuju pintu keluar terdapat Sekkatei Teahouse, area minum teh yang sudah ada sejak periode Edo. Juga ada Fudo Hall, kuil kecil yang menyimpan patung Fudo Myoo, salah satu dari Five Wisdom Kings dan juga pelindung agama Budha. Menurut cerita, patung tersebut dibuat oleh Kobo Daishi, salah satu dari orang paling berpengaruh sepanjang sejarah religi Jepang.

Alamat: Jepang, 〒603-8361 Kyōto-fu, Kyōto-shi, Kita-ku, Kinkakujichō, 1
Biaya Masuk: ¥400
Jam Buka: 09.00 – 17.00

2. Ryoanji Temple

Stone Garden di dalam Ryoanji Temple

Salah satu yang mungkin sudah pernah kita dengar sebelum berkunjung ke Jepang, khususnya Kyoto, adalah adanya taman batu alias rock garden. Ya, di dalam area Ryoanji Temple (龍安寺) inilah letak taman batu yang tersohor itu. Ratusan orang mendatangi kuil ini setiap harinya untuk duduk termenung di samping taman dan mencoba memecahkan misteri dari makna desain taman batu yang tidak jelas sejak kapan berada di sana. Uniknya, dari 15 batu yang ada di taman, jika dilihat dari sudut pandang manapun, akan ada setidaknya satu batu yang tertutup oleh pandangan. Wow.

Fun Fact: Ada dua pendapat utama mengenai makna penatan batu yang ada di rock garden. Pertama adalah representasi dari harimau yang sedang membawa anaknya untuk menyeberangi kolam atau lautan. Yang kedua adalah representasi dari konsep abstrak akan ketidakterbatasan (infinity). Tapi karena memang tidak ada penjelasan resmi mengenai hal itu, kita bebas untuk mengkhayalkan makna-makna lainnya sesuai dengan pemikiran kita sendiri.

Alamat: 13 Ryōanji Goryōnoshitachō, Ukyō-ku, Kyōto-shi, Kyōto-fu 616-8001, Jepang
Biaya Masuk: ¥500
Jam Buka: 08.00 – 17.00 / 08.30 – 16.30 (winter)

3. Tenryuji Temple

Tenryuji Temple di area Bamboo Groove

Menyusuri area Bamboo Groove di Arashiyama akan membawa kita tiba di pintu masuk kuil Tenryuji (天龍寺), salah satu dari situs warisan dunia UNESCO. Kuil ini dibangun oleh shogun Ashikaga Takauji pada tahun 1339, sebagai persembahan bagi Emperor Go-Daigo yang baru saja meninggal dunia pada saat itu.

Sama seperti kuil-kuil lainnya, di sekiling Tenryuji juga terdapat taman yang luas. Yang menarik, taman di sini merupakan taman yang asli semenjak dahulu dibangun, sama sekali belum pernah direnovasi. Desainnya dibuat oleh desainer taman terkenal Muso Soseki dan terdiri atas danau yang dikelilingi oleh bebatuan, pohon pinus, dan hutan dari pegunungan Arashiyama.

Alamat: Jepang, 〒616-8385 Kyōto-fu, Kyōto-shi, Ukyō-ku, Sagatenryūji Susukinobabachō, 嵯峨天龍寺芒ノ馬場町68
Biaya Masuk: ¥500
Jam Buka: 09.00 – 17.00 / 09.00 – 16.00 (winter)

4. Fushimi Inari Shrine

Jalur menuju Fushimi Inari Shrine

Fushimi Inari Shrine (伏見稲荷大社) atau disebut juga Fushimi Inari Taisha terletak di bagian selatan kota Kyoto. Kuil agama Shinto ini populer dengan gerbang berwarna merah muda / merah oranye-nya yang dinamakan torii. Ribuan gerbang torii membentuk jalan dari gerbang utama hingga menuju ke bangunan utama Fushimi Inari, menembus hutan di Gunung Inari, sepanjang 233 meter. Inari sendiri merupakan dewa padi bagi agama Shinto, sehingga di beberapa tempat di sekiling kuil ini terdapat pula area persawahan. Selain itu, karena rubah dianggap sebagai pembawa pesan dari dewa Inari, maka dapat ditemui banyak patung rubah di wilayah kuil Fushimi Inari ini.

Menyusuri gerbang-gerbang torii yang dinamakan Senbon Torii (thousand of torii gates) menjadi alasan utama wisatawan untuk berkunjung ke Fushimi Inari Taisha. Masing-masing gerbang merupakan donasi atau sumbangan dari individu maupun perusahaan. Kita bisa melihat nama penyumbangnya dari tulisan yang ada di balik gerbang pilar. Mau tahu harganya? Mulai dari ¥400,000 untuk gerbang kecil dan bisa mencapai ¥1,000,000 untuk yang berukuran besar. Wow!

Tidak ada rute pasti untuk menyusuri area ini, tapi umumnya turis akan berjalan hingga mencapai Yotsutsuji Intersection, lalu berputar balik. Di bagian tersebut kita bisa melihat pemandangan kota Kyoto dari ketinggian. Saya sendiri waktu itu lebih tertarik untuk mencari keberadaan lahan padi suci (holy rice paddy) yang ada di peta, namun sampai menuju pintu keluar tetap saja tidak ketemu. Zonk 🙁

Baca juga  Deer Gathering - Ajang Makan Bersama Para Rusa di Nara

Alamat: 68 Fukakusa Yabunouchichō, Fushimi-ku, Kyōto-shi, Kyōto-fu 612-0882, Jepang
Biaya Masuk: gratis
Jam Buka: 24 jam

5. Ginkakuji Temple (Silver Pavilion)

Ginkakuji (Silver Pavilion)

Kalau di bagian utara ada Paviliun Emas, di bagian timur Kyoto ada yang namanya Pavilion Perak alias Ginkakuji (銀閣寺, Silver Pavilion). Kuil agama (atau kepercayaan ya?) Zen ini dibangun pada tahun 1482 oleh shogun Ashikaga Yoshimasa sebagai villa peristirahatannya dan kebetulan memang mengacu pada Kinkakuji, yang merupakan villa peristirahatan milik kakeknya. Pun begitu, jangan kaget karena kuil ini sama sekali tidak berwarna perak. Kita baru bisa melihat penampakan warna keperakannya saat sinar bulan menyinari sisi gelap dari bangunan tersebut.

Selain Silver Pavilion, di Ginkakuji juga terdapat beberapa bangunan kuil lainnya, taman lumut yang indah (beneran, perhatikan baik-baik deh bagian tanahnya, jangan buru-buru dilewati begitu saja), serta taman unik yang berisikan pasir kering (disebut “Sea of Silver Sand“). Jalur wisatawan telah dibuat sedemikian rupa untuk mengitari ketiga tempat tersebut, termasuk juga untuk melihat keindahan kuil perak dari atas ketinggian.

Alamat: 2 Ginkakujichō, Sakyō-ku, Kyōto-shi, Kyōto-fu 606-8402, Jepang
Biaya Masuk: ¥500
Jam Buka: 08.30 – 17.00 / 09.00 – 16.30 (winter)

6. Nanzenji Temple

Salah satu sudut Nanzenji Temple

Nanzenji Temple (南禅寺) letaknya agak tersembunyi. Butuh sedikit perjuangan berjalan kaki untuk mencapai kompleks bangunan kuil yang terdiri dari beberapa kuil kecil ini. Pada awalnya, di lokasi yang sama pada pertengahan abad ke-13, Emperor Kameyama mendirikan villa peristirahatannya. Namun semua bangunannya kemudian musnah saat terjadi perang saudara di era Muromachi. Setelah itu barulah bangunan kuil utama didirikan kembali.

Kita bebas berkeliling di area kuil tanpa biaya. Namun, untuk bisa masuk ke dalam bangunan kuil, termasuk Sanmon Gate, sayangnya harus merogoh kocek. Itu pun tidak ada ‘tiket terusan’-nya, masing-masing harus membayar sendiri-sendiri. Biayanya antara ¥300 hingga ¥500. Jika hanya ingin mengeluarkan uang seminimal mungkin, saya sarankan untuk masuk ke dalam Sanmon Gate, gerbang kuil raksasa yang seluruh bangunannya terbuat dari kayu. Gerbang ini sendiri dibangun pada tahun 1628 oleh klan Tokugawa untuk menghormati prajuritnya yang gugur dalam perperangan di Osaka Castle pada tahun 1615.

Karena di Sanmon Gate ada tulisan tidak diperbolehkan untuk mengambil foto, saya memilih untuk masuk ke Hojo (HTM ¥500). Dulunya ini adalah tempat tinggal kepala pendeta kuil dan juga hall utama dari Nanzenji. Hojo terkenal dengan taman batunya (rock garden) yang dinyatakan membentuk gambar macan dan anaknya sedang menyeberangi sungai. Juga lukisan harimau di pintu geser (fusuma) yang tampak nyata, serta ruang minum teh (tea room) dengan air terjun mini di sampingnya (harus membayar ekstra untuk bisa melakukan upacara minum teh di sini).

Tidak mau keluar duit? Gak masalah. Ada aqueduct (saluran air) raksasa di bagian samping pekarangan kuil. Kabarnya, aqueduct ini dibangun di era Meiji (1868-1912) dan merupakan bagian dari sistem kanal yang membawa air dan barang-barang lainnya dari Kyoto ke Lake Biwa di prefektur Shiga. Spot ini sebenarnya instagramable banget… kalau sedang tidak banyak turis. Sayang seribu sayang, saya datang di saat sudah banyak wisatawan yang sedang melakukan sesi pemotretan 😀

Aqueduct di area Nanzenji Temple

Alamat: Nanzenji Fukuchicho, Sakyo Ward, Kyoto, Prefektur Kyoto 606-8435, Jepang
Biaya Masuk: ¥500
Jam Buka: 08.40 – 17.00 / 08.40 – 16.30 (winter)

7. Kiyomizudera Temple

Kiyomizudera Temple

Kiyomizudera (清水寺, Pure Water Temple) adalah salah satu kuil paling ternama di Jepang. Ia bahkan masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1994. Lokasinya yang dikelilingi hutan serta dekat dengan air terjun Otowa merupakan salah dua alasannya. Bangunan kuilnya sendiri tidak kalah menarik, dimana hall utamanya berdiri 13 meter di atas permukaan bukit. Di musim semi dan gugur, pengunjung bisa menikmati keindahan pohon cherry dan maple yang ada di skeitar kuil.

Sayangnya, saya tidak sempat mengunjungi kuil Kiyomizu-dera ini saat berada di Kyoto. Penyebabnya adalah salah informasi, yang saya kira sudah jam tutup, padahal setelah dicek kembali ternyata belum 🙁 Jika teman-teman sedang berada di Kyoto sekitar akhir bulan Maret hingga pertengahan April atau pertengahan November hingga awal Desember, pastikan untuk mampir ke kuil ini di malam hari karena ada ‘pertunjukan’ Spring Illumination dan Fall Illumination pada pukul 18.00 hingga 21.00. HTMnya tetap sama kok dengan hari-hari lainnya.

Alamat: 294 Kiyomizu 1-chōme, Higashiyama-ku, Kyōto-shi, Kyōto-fu 605-0862, Jepang
Biaya Masuk: ¥400
Jam Buka: 06.00 – 18.00


Dari ketujuh kuil di atas, favorit saya adalah Ryoanji Temple serta Fushimi Inari Shrine. Yang pertama karena apalagi kalau bukan taman batunya. Penasaran banget apa sih sebenarnya makna di balik pembuatan dan pengaturan rock garden yang sedemikian rupa itu. Atau jangan-jangan memang tidak ada maknanya?

Kalau Fushimi Inari Shrine, yah, ini juga sudah jelas sih, torii gates-nya yang entah kenapa serasa menghipnotis. Padahal sebenarnya gitu-gitu aja, tapi kok ya asyik juga berjalan menyusuri ribuan gerbang berwarna merah muda itu, hehehe. Alasan kedua, jajaran makanan pinggir jalannya menggoda banget. Sampai sekarang masih kebayang burung dara panggang yang kemarin gak sempat nyobain…

Tema artikel yang berhubungan: ,