TreplingLopers, sudah pernah dengar tentang Curug Siluwok? Wajar jika belum karena tempat wisata alam ini masih belum banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan. Sehingga, wisata Curug Siluwok alias Air Terjun Siluwok yang berada di daerah Samigaluh, kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ini sangat cocok bagi traveler yang gemar hunting tempat-tempat wisata yang masih ‘perawan’. Apalagi untuk menuju ke sana dibutuhkan nyali ekstra. Selain medan yang terjal, menanjak, dan berliku, juga jalur sempit menyusuri bukit sepanjang 500 meter lebih yang harus ditempuh sebelum bisa mencapainya. Seru sekaligus menantang.



Sedikit cerita, saya dan tiga orang kawan sebenarnya mencapai tempat ini secara tidak sengaja. Tujuan asli adalah Air Terjun Sidoharjo. Namun karena keterbatasan info di Google Maps, sinyal ponsel yang tidak terjangkau, serta salah pilih jalan — yang seharusnya belok kiri, tapi keliru belok kanan –, alhasil justru curug inilah yang tercapai. Dan kami sama sekali tidak menyesal karena dari info pengunjung lain yang kebetulan berada di TKP, Air Terjun Sidoharjo tidak memiliki aliran air sederas Curug Siluwok. Yang artinya, curug ini lebih greget ketimbang Air Terjun Sidoharjo.

Lokasi curug berada sekitar 500 meter dari tempat parkir (di depan rumah warga). Biaya parkir untuk mobil hanya Rp 6000,- dan tidak ada pungutan biaya masuk lainnya. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri pinggiran bukit, melalui jalan setapak selebar 30 cm yang terkadang licin dan berbatu. Butuh konsentrasi penuh di sini karena sisi satunya adalah jurang.

Pemandangan sepanjang perjalanan

Pemandangan sepanjang perjalanan

Setelah melewati dua kelompok pemotong pohon, akhirnya tiba di sebuah air terjun kecil yang tampak kelam. Sempat ngedrop karena mengira itu adalah curug yang dimaksud. Untungnya bukan karena perjalanan masih harus berlanjut. Beberapa saat kemudian tampak ‘gapura’ selamat datang (lupa dijepret fotonya) dan sayup-sayup terdengar suara deburan air. Itulah Curug Siluwok.

Baca juga  Lawang Sewu, Dulunya Ditakuti Kini Digemari

Hanya ada tiga orang pengunjung di sana ketika kami turun. Dua sedang bersiap untuk berenang, dan satu lagi sibuk foto-foto. Jangan-jangan dia pemilik situs traveling juga, hehehe. Yang jelas, airnya seger bangetttt. Jernih pula. Rasa capek setelah berjalan kaki kurang lebih 15-20 menit seakan terbayar lunas.

Begini penampakannya.

Curug Siluwok

Curug Siluwok

Jernih beud!

Jernih beud!

Berhubung tidak membawa baju ganti, godaan untuk berenang terpaksa ditahan. Lagipula, kolam bagian tengah air terjun kabarnya cukup dalam. Daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tempat sepi seperti ini, lebih baik pass aja deh. Sebagai gantinya, duduk-duduk menikmati kesegaran air sembari berfoto ria ala alay :p

Kapan lagi bisa pose keren kayak gini?

Kapan lagi bisa pose keren kayak gini?

Ada yang gak mau kelihatan mukanya di belakang :D

Ada yang gak mau kelihatan mukanya di belakang ๐Ÿ˜€

Selama sekitar satu jam berada di curug tidak ada pengunjung lain yang datang. Baru pada saat kami berkemas pulang ada sepasang remaja yang tiba di TKP. Kami juga sempat bertemu dua orang pengunjung lain di perjalanan menuju ke tempat parkir.

Overall, bagi pecinta wisata alam, Curug Siluwok sangat kami rekomendasikan. Air terjun setinggi kurang lebih 20 meter dengan volume air yang cukup deras jelas merupakan reward yang setimpal untuk medan perjalanan yang berat. Untuk rutenya sendiri bisa mengikuti rute menuju Air Terjun Sidoharjo (peta ada di bagian bawah artikel). Bedanya, ketika bertemu pertigaan setelah sekolah dasar, ambil jalur ke kanan (yang ke kiri menuju air terjun Sidoharjo). Tinggal diikuti saja jalannya hingga tiba di area parkir. Saat saya berkunjung ke sana sih juga ada remaja yang berjaga di dekat area parkir (karena papan petunjuknya agak tertutup).

Selamat trepling!

Tema artikel yang berhubungan: ,