Ini mungkin tidak terlalu ada hubungannya dengan traveling. Namun saat melihat banyak pengunjung yang nyasar ke situs Trepling.XYZ ini untuk mencari informasi tentang penukaran fotokopi paspor TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dengan uang asuransi dan ternyata itu adalah salah satu modus penipuan, saya merasa punya tanggung jawab moral untuk menuliskan informasi tentang aksi tipu-tipu itu secara lebih jelas dan gamblang. Agar siapa pun pihak yang memberikan penawaran tersebut bisa kita hindari dan abaikan. Kalau perlu dilaporkan ke pihak berwajib.



Informasi mengenai aksi penipuan dengan iming-iming sejumlah uang ini saya peroleh dari situs BuruhMigran.Or.Id (https://buruhmigran.or.id/2013/03/04/waspadai-penipuan-bermodus-uang-asuransi-tki/). Ceritanya, sejak bulan Januari 2013 silam, banyak laporan dan pengaduan yang masuk ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi mengenai kasus penipuan yang dialami oleh mantan terindah TKI. Pelaku penipuan, yang mengaku mendapat mandat dari BNP2TKI, menjanjikan uang asuransi senilai 2-6 juta rupiah apabila para mantan TKI menyerahkan buku paspor mereka yang masih berlaku. Aksi scam ini terjadi di beberapa kecamatan di Sukabumi, seperti Sagaranten, Simpenan, Kebon Pedes, Warung Kiara, dan Pelabuhan Ratu.

Jadi sudah jelas yah, jika teman-teman kebetulan adalah seorang (mantan) TKI, entah yang bekerja di Arab Saudi, Malaysia, Hong Kong, atau negara lain; dan ada seseorang yang meminta kita untuk mengumpulkan buku paspor yang masih berlaku untuk diuangkan, itu semua adalah bohong. Alias palsu. Alias tipu-tipu. Alias scam. Alias hoax.

Buku paspor sendiri adalah identitas kita di luar negeri. Semacam KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang berlaku internasional. Jika sampai berpindah tangan, maka akan dapat disalahgunakan untuk keperluan ilegal oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja untuk bekerja sebagai TKI melalui jalur ilegal.

Baca Juga: Cara Membuat Paspor Sendiri Tanpa Calo

Kasus ini memang semakin menambah banyak beban TKI atau mantan TKI di Indonesia. Mulai dari menghadapi majikan yang sadis, dipalak oleh petugas bea cukai bandara, dimintai uang tips lebih oleh sopir taksi / travel / angkot yang mereka tumpangi, dan lain sebagainya. Padahal untuk bekerja di luar negeri itu mereka harus rela meninggalkan keluarga yang mereka cintai di Indonesia. Kasihan, kan? Namun di sisi lain, yah saya beberapa kali satu pesawat dengan rombongan TKI pulang kampung yang… well.. tingkahnya norak habis. Kurang norak apa coba kalau selama di pesawat mereka malah arisan sambil ngobrol keras-keras, mamerin duit gaji setumpuk yang mereka bawa, serta makan bekal sambil jalan-jalan di lorong. Bukan bermaksud meng-generalisir, tapi perlu diketahui saja, sikap yang seperti itulah yang sebenarnya memancing pihak-pihak tertentu untuk mengerjai mereka. Percaya deh.

Baca juga  Kabar Gembira! Ganti Paspor Sekarang Hanya Modal KTP (Dan Buku Paspor Lama)

Tema artikel yang berhubungan: ,