Bagi pelanggan setia AirAsia (AA) ada sedikit kabar buruk nih. Maskapai yang acap mengeluarkan promo penerbangan dengan harga murah ini baru saja meng-update persyaratan bagasi kabin mereka dan kini penumpang hanya diperbolehkan untuk membawa satu buah tas kabin dan satu buah tas kecil (tas laptop / tas tangan / tas slempang) yang berat TOTAL maksimal adalah 7 kg. Sekilas aturan ini hampir sama dengan sebelumnya, namun perlu diperhatikan bahwa sebelumnya yang dihitung beratnya hanyalah tas kabin saja, sedang untuk tas kecil tambahan tidak diperhitungkan beratnya. Nah sekarang berat keduanya haruslah tidak melebihi batas 7 kg.



Menurut informasi yang beredar di grup Facebook, aturan ini akan mulai diberlakukan resmi mulai tanggal 15 Maret 2017. Jika melanggar, maka penumpang akan dikenai denda sebesar 200 ringgit atau kurang lebih 600 ribu rupiah. Mehong, brooo.

Adanya persyaratan baru ini tentunya bakal membuat banyak (calon) penumpang pusing dan mau tidak mau harus rela merogoh kocek untuk membeli jatah bagasi. Saya termasuk yang kepikiran, karena selama ini selalu menggunakan tas slempang sebagai trik untuk mengurangi beban ransel yang masuk ke dalam kabin. Mau bagaimana lagi, tas ranselnya sendiri aja beratnya udah hampir 2 kg…

Persyaratan Bagasi Air Asia

Secara keseluruhan, berikut ini ketentuan persyaratan bagasi kabin AirAsia yang baru:
– Ukuran tas kabin maksimal adalah 56 x 36 x 23 cm
– Ukuran tas kecil maksimal adalah 30 x 40 x 10 cm
– Berat total keduanya maksimal adalah 7 kg

Mungkinkah untuk diakali? Entahlah. Selama ini yang saya tahu AirAsia sudah menyiapkan alat pengukur ukuran dan berat bagasi di dekat counter check-in atau pintu masuk ruang tunggu (di beberapa bandara), walau seringkali tidak dipergunakan. Bisa jadi saat aturan ini berlaku penggunaan alat tersebut bakal diwajibkan. Di bandara Kansai (Osaka) lalu, saat hendak pulang ke Indonesia menggunakan AirAsia, saya juga diminta untuk langsung menimbang ransel yang saya bawa di counter check-in. Apabila melebihi batas, maka tidak akan diperbolehkan untuk check-in sebelum menyelesaikan urusan bagasi kabin tersebut terlebih dahulu. Untungnya pada saat itu berat ransel saya 7.2 kg, jadi masih diperbolehkan untuk dibawa masuk ke pesawat tanpa biaya tambahan.

Di sisi lain, peraturan baru ini seperti menambah beban backpacker untuk bisa berwisata ke luar negeri dengan budget minim. Setelah sebelumnya untuk pemohon paspor baru dikenai syarat tabungan minimal 25 juta, kini ditambah dengan ancaman biaya ekstra untuk kelebihan bagasi kabin. Alternatifnya, mengeluarkan investasi lebih untuk membeli ransel atau koper ringan, yang sudah pasti harganya lebih mahal ketimbang ransel atau koper biasa. Duh.

UPDATE 15/03/2017: Aturan ini sepertinya sudah benar-benar diberlakukan dengan ketat. Laporan dari salah satu member grup backpacker, antrian check-in jadi mengular karena banyak yang harus menata ulang isi bagasi kabinnya untuk menghindari terkena denda kelebihan muatan. Untuk dendanya sendiri masih simpang siur. Ada yang menyatakan RM 50 per kg, ada yang sampai RM 200. Tapi intinya sih, mulai sekarang sebaiknya ikuti aturan untuk datang minimal 4 JAM sebelum jadwal keberangkatan agar tidak terhambat oleh antrian check-in.

Antrian check-in AirAsia di KLIA2

Tema artikel yang berhubungan: ,  ukuran bagasi kabin airasiaukuran tas ransel yang masuk ke kabin air asiakabin airasia peraturankabin pesawat air asiaketentuan kabin airasia.