Jepang punya beraneka ragam kafe yang tidak umum. Mulai dari animal cafe, anime cafe, hingga yang mungkin bikin banyak orang penasaran, maid cafe. Jauh-jauh backpacking ke Jepang tentu saja sayang jika melewatkan pengalaman ngafe di tempat seperti ini. So, yang menjadi target saya adalah @Home Cafe, satu-satunya maid cafe di Tokyo yang kabarnya ramah bagi wisatawan yang tidak bisa berbahasa Inggris. Benarkah?



@Home Cafe memiliki dua buah cabang, yang keduanya terletak di area Akihabara, pusat elektronik dan juga animenya Tokyo. Cabang pertama berada di sebuah bangunan dan mencakup 4 lantai sekaligus, masing-masing dengan tema interior yang berbeda. Saat kami datang ke sana, ternyata antrian di hampir semua lantai cukup padat, sehingga kami sempat mengurungkan niat. Untungnya, lokasi cabang kedua mereka, di dalam gedung Don Quixote, tidak jauh dari tempat tersebut. Antriannya pun lebih bersahabat, sehingga tekad untuk merasakan keseruan di maid cafe kembali bulat.

Saat mengantri, ada seorang pria — sepertinya manajer cafe — yang mendatangi dan memberikan menu untuk dilihat-lihat. SOP seperti ini cukup umum di Jepang. Bagi turis, ia akan memberikan menu berbahasa Inggris. Di tembok terpampang pula peringatan untuk tidak mengambil foto selama berada di dalam kafe. Sayang sekali.

Sekitar 15 menit mengantri, seorang pelayan cantik keluar dan mempersilahkan kami untuk masuk. Sebelumnya, ia menunjukkan kotak peraturan yang ada di menu terlebih dahulu dan memastikan bahwa kita bisa mematuhinya. Tentu saja kami jawab dengan “oke”, daripada gak dibolehin masuk, hehehe. Gadis tersebut lantas mengantarkan kita ke sebuah meja, lalu mulai menanyakan pilihan menu kita. Agar lebih berkesan, kami memilih menu “paket” yang mencakup segelas minuman dan foto bareng salah satu pelayan 😀 Sayangnya, gadis pelayan yang melayani kami ternyata belum bisa berbahasa Inggris dengan lancar. Ia bahkan menggunakan kertas contekan saat memberikan kata-kata pembuka 😀

Kenapa tidak menjajal makanannya? Pertama, karena harganya mahal. Untuk bisa masuk ke kafe saja kita sudah dikenai biaya ¥700, belum termasuk menu apapun. Kedua, dari review yang saya baca di internet, hampir semuanya mengatakan bahwa makanannya terasa hambar. Daripada jadi ilfil, lebih baik minum saja. Ya, kan?

Setelah minum dihidangkan, yang sebenarnya juga terasa biasa saja, kami tidak terlalu diperhatikan lagi oleh para pelayan. Setelah saya amati, sepertinya memang tamu yang tidak bisa berbahasa Inggris mereka abaikan dan hanya dilayani seperlunya. Berbeda dengan yang bisa berbahasa Inggris, benar-benar diajak ngobrol, bercanda, hingga bermain game. Meski agak kecewa, di sisi lain kita jadi bisa mengamati mengapa kafe-kafe semacam ini laris manis di kalangan pria Jepang (pada umumnya, walau ada juga pengunjung wanita). Tidak hanya yang muda, yang sepertinya berumur 40 tahun ke atas pun juga ada.

Ada yang semenjak datang sudah langsung ngobrol asyik dengan para pelayan (sepertinya sudah langganan). Ada yang sibuk bermain Nintendo 3DS sendiri. Ada yang mengerjakan tugas (entah tugas kantor atau tugas kuliah) dengan menggunakan Microsoft Excel. Bahkan ada yang memberikan hadiah valentine pada salah seorang pelayan!

Beberapa waktu kemudian, kami dipanggil untuk berfoto dengan pelayan yang sudah kami pilih sebelumnya. Disediakan beberapa properti yang bisa kita gunakan. Seperti bando kelinci, microphone mainan, dan sebagainya. Mereka juga akan menanyakan pose yang kita inginkan. Saya memilih mengenakan bando kelinci dengan pose heart :p

Sekitar 10 menit kemudian, salah seorang gadis pelayan datang untuk memberikan hasil cetak foto tersebut yang sudah ditempel dalam selembar amplop. Lumayan sebagai bukti otentik bahwa kami benar-benar sudah pernah berkunjung ke maid cafe, hehehe.

@Home Maid Cafe mungkin belum benar-benar bersahabat bagi wisatawan asing. Namun bagi yang penasaran ingin merasakan pengalaman ngafe asyik di maid cafe seperti layaknya sebagian pria-pria Jepang, tempat ini boleh dipertimbangkan untuk dikunjungi. Apalagi lokasinya yang memang strategis dan mudah untuk dicari.

Info dan Peta Lokasi

Nama: @Home Cafe
Alamat 1: Mitsuwa Bld. 4F – 7F, Sotokanda 1-11-4, Chiyoda, Tokyo, 101-0021, Japan
Alamat 2: Don Quijote Akihabara 5F, Sotokanda 4-3-3, Chiyoda, Tokyo, 101-0021, Japan
Biaya: ¥700 (HTM), ¥1200 (paket minum + foto)
Jam Buka: bervariasi tergantung cabang
Situs Web: http://www.cafe-athome.com/en/

Galeri Foto

Tema artikel yang berhubungan: ,