Ketika memberitahu teman saya bahwa saya berencana untuk traveling ke Pacitan, reaksi pertama yang muncul darinya adalah apakah saya hendak sowan ke SBY, mantan presiden negara kita. Ya, saat beliau masih menjabat, nama kabupaten Pacitan yang terletak di ujung barat daya provinsi Jawa Timur itu memang sangat identik dengan nama SBY, secara di sanalah dulu beliau dilahirkan. Tapi jelas bukan untuk itu tujuan saya ke sana, karena, jangan salah, daerah yang sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan kapur itu kini punya julukan baru yang tidak kalah menterengnya: the Paradise of Java. Wow.



Tentu bukan tanpa alasan kota bergelar seribu gua ini disebut demikian. Gosipnya, di dalam wilayah seluas 1.389,87 km2, tersebar berbagai obyek wisata alam yang eksotik sekaligus menawan. Tidak hanya yang berhubungan dengan gelap-gelapan (baca: gua), melainkan juga yang mengandung faktor basah-basahan (baca: pantai).

Dan itulah tujuan saya bela-belain menempuh perjalanan selama delapan jam dari kota Surabaya menuju Pacitan dengan menggunakan travel — untuk membuktikan sendiri kebenaran julukan kabupaten yang berbatasan dengan kabupaten Ponorogo, Trenggalek, dan Wonogiri tersebut.

Berikut ini beberapa obyek wisata Pacitan yang sempat saya kunjungi.

1. Pantai Klayar

Obyek wisata paling populer di Pacitan. Pantai yang dikelilingi oleh tebing batu ini memiliki hamparan pasir putih yang indah berhias batu-batu karang. Letaknya di Desa Sendang, kecamatan Donorojo, sekitar 40km dari kota Pacitan. Sama halnya dengan pantai Teleng Ria yang sudah lebih dulu dikembangkan, di pantai ini sudah cukup banyak fasilitas umum yang tersedia. Mulai dari warung makan, stand penjual oleh-oleh, kamar mandi, dan tempat ibadah.

Selain bermain air, pengunjung dapat menikmati sensasi mengendara kendaraan ATV (All-Terrain Vehicle). Kendaraan ini dapat digunakan untuk mengantar dari satu titik ke titik lain di bentangan pantai Klayar (ala ojek), atau untuk disewa dan dikemudikan sendiri.

Jika ingin menikmati pemandangan di sekitar Pantai Klayar yang indah, kita bisa naik menuju Bukit Indah Lestari. Ada tambahan Rp 2.000,- yang harus dikeluarkan untuk bisa memasuki wilayah tersebut. Sangat murah dengan pertimbangan keindahan alam yang bisa kita saksikan dengan mata kepala sendiri dari atas bukit.

Pantai Klayar

Daya tarik lain dari pantai Klayar adalah Seruling Laut. Apakah itu?

Jadi, di salah deretan batu karang yang ada di sana memiliki celah atau rongga, dimana ketika ombak datang, maka sebagian airnya akan masuk melalui bagian bawah batu karang dan menyembur ke atas bagaikan air mancur. Ketinggiannya tergantung laju ombak yang datang dan dikabarkan bisa mencapai 10 meter. Tidak itu saja, munculnya air mancur tersebut biasanya dibarengi dengan suara mirip siulan yang kemudian diberi nama Seruling Laut.

Suling Samudera

Nama: Pantai Klayar
Alamat: Kalak, Sendang, Donorojo, Sendang, Donorojo, Kabupaten Pacitan
HTM: Rp 10.000,- / orang

2. Pantai Kasap

Pantai yang letaknya bersebelahan dengan pantai Sruni ini belakangan sedang naik daun. Pasalnya, dari bukit yang ada di sana, kita bisa memperoleh view pantai ala Raja Ampat! Wow!

View Ala Raja Ampat

Garis pantai Kasap sendiri tidak terlalu lebar, hanya berupa pasir melengkung yang diapit oleh tebing di kedua sisinya. Pun begitu, kombinasi pasir putihnya yang indah serta air laut yang jernih membuat kita seolah berada di surga yang lapang. Apalagi saat matahari terbenam alias sunset.

Pantai Kasap

Nama: Pantai Kasap
Alamat: Watukarung, Pringkuku, Kabupaten Pacitan
HTM: Rp 5.000,- (termasuk dalam tiket untuk pantai Watu Karung)

3. Pantai Watu Karung

Karena berada di area yang sama, tidak afdol jika tidak mampir ke Pantai Watu Karung setelah terpesona dengan indahnya pemandangan ala Raja Ampat di Pantai Kasap. Sama halnya dengan pantai-pantai lain di pesisir selatan Pacitan, pantai ini juga menawarkan hamparan pasir putih, deretan batu karang, dan air laut jernih berwarna biru kehijauan.

Pantai Watukarung

Namun tidak itu saja.

Pantai Watu Karung sudah lama dikenal di kalangan peselancar seluruh dunia. Gulungan ombak tipe reef break yang tinggi dan memanjang bagai barrel membuatnya dinobatkan sebagai salah satu dari lima ombak terbaik di dunia. Wajar jika sudah banyak surfer pro kelas dunia yang mencoba menaklukkan ketangguhan ombak barel Watu Karung.

Yang lebih membanggakan lagi, tahun ini untuk pertama kalinya sebuah kompetisi bertaraf internasional digelar di pantai tersebut. Tepatnya adalah event Hello Pacitan Pro 2017 Men’s QS1,000 yang akan diselenggarakan oleh WSL (World Surfer League) Asia pada tanggal 16 hingga 20 Agustus 2017. Di ajang ini, beberapa surfer Qualifying Series bakal bertanding untuk menjadi juara dan mendulang 1,000 poin tambahan untuk WSL QS Ranking mereka.

Nama: Pantai Watukarung
Alamat: Pringkuku, Watukarung, Pacitan, Kabupaten Pacitan
HTM: Rp 5.000,-

4. Goa Gong

Selain pantai Watu Karung, kabupaten Pacitan juga masih punya amunisi obyek wisata lain yang bertaraf internasional. Goa Gong namanya, goa terindah se-Asia Tenggara julukannya. Berdasar kisah lokal, dari dalam goa yang awalnya diketemukan secara kebetulan ini acap terdengar adanya suara gema tabuhan seperti suara gong yang disebakan oleh pantulan tetesan air alam goa yang menimpa batuan stalatit atau stalagmit goa.

Goa berumur ratusan tahun dengan kedalaman sepanjang kurang lebih 256 meter ini cukup banyak dikunjungi oleh wisatawan. Pada sudut-sudut tertentu telah ditambahkan lampu warna-warni yang menambah keindahan panorama goa. Juga ada beberapa lampu yang dipasang untuk keperluan penerangan jalur tangga di dalam goa. Pun begitu, sangat disarankan untuk menggunakan senter (atau setidaknya lampu flash dari ponsel) sebagai panduan pijakan untuk melangkah.

Goa Gong

Nama: Goa Gong
Alamat: Bomo, Punung, Kabupaten Pacitan
HTM: Rp 15.000,- / orang

5. Jurug Gringsing

Obyek wisata ini masih tergolong anti-mainstream alias belum banyak diketahui oleh wisatawan. Lokasinya cukup jauh, sekitar 55 km dari kota Pacitan, dekat dengan perbatasan kabupaten Ponorogo. Selain dari segi jarak, medan yang belum terlalu bersahabat juga menjadi PR tersendiri bagi pemerintah kabupaten Pacitan.

Kenapa demikian? Karena menurut saya pribadi, Jurug Gringsing adalah sebuah obyek wisata yang memiliki potensi tinggi untuk ‘dijual’, khususnya pada wisatawan mancanegara. Meski harus menempuh perjalanan yang tidak sebentar, namun pemandangan alam perbukitan, hamparan sawah yang hijau, deretan hutan pinus, dan sungai berbatu yang dilewati bisa membuat kita seolah tidak merasa lelah sama sekali.

Jurug Gringsing sendiri adalah air terjun yang memiliki ketinggian 20 meter. Bagi pecinta air terjun, jelas ini merupakan sebuah destinasi yang layak untuk dikunjungi. Yang gemar selfie pun tidak akan kecewa, karena warga sudah secara swadaya membangun ‘bambu cinta’, spot selfie di depan jurug yang berupa bambu dipotong kecil-kecil dan disusun menyerupai bentuk hati sebagai lambang cinta.

Banner Jurug Gringsing

Yang mungkin perlu diperhatikan, tidak setiap hari jurug ini dialiri oleh air. Menurut warga yang berjualan di sana, hanya pada hari Minggu dan hari libur saja kita bisa menikmati curahan air terjun yang seolah melalui undakan tangga sebelum menghantam sungai di bawahnya. Pada hari biasa, warga menggunakan aliran air di sana untuk mengairi sawah mereka. Hal ini tentu saja tidak berlaku di musim penghujan, dimana aliran air akan berlimpah dan kita bisa sepuasnya menikmati alunan suara air yang disajikan oleh Jurug Gringsing.

Jurug Gringsing, minus airnya

Nama: Jurug Gringsing
Alamat: Ploso, Tegalombo, Kabupaten Pacitan,
HTM: gratis

Selain kelima obyek wisata yang disebutkan di atas, masih banyak lagi tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi di Pacitan. Sebut saja Pantai Soge, Pantai Pidakan (pantai dengan hamparan batu sebagai pengganti pasir), Goa Luweng Jaran (goa terpanjang di Jawa, mencapai 25km), Luweng Ombo Pacitan (goa vertikal terdalam dan terbesar di Jawa), Pantai Banyu Tibo (terdapat air terjun yang langsung menghujam ke bibir pantai), Pantai Pancer Door (bernuansa mistis, namun di sisi lain punya ombak yang disukai peselancar), dan Sungai Maron (dijuluki Green Canyon-nya Pacitan dan Sungai Amazon-nya Indonesia). Walau demikian, lima obyek wisata yang saya datangi saja sudah cukup untuk membuat saya menyetujui pernyataan bahwa Pacitan adalah surganya pulau Jawa. Setuju, TreplingLopers?

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Pacitan Paradise Of Java yang diselengarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pacitan

Tema artikel yang berhubungan: ,