Kota Nara yang merupakan ibukota Prefektur Nara dan terletak di wilayah Kansai bagian barat seringkali menjadi tujuan turis untuk sowan dan bermain dengan para rusa. Ya, di kota tersebut, ratusan rusa dibiarkan hidup dengan bebas dan berkeliaran di berbagai penjuru kota, walau pusatnya sendiri adalah di area Nara Park dan sekitarnya. Namun Nara bukan hanya tentang rusa. Banyak tempat-tempat menarik lain yang wajib dikunjungi, terutama bagi TreplingLopers yang gemar melakukan wisata yang berbau sejarah dan religi. Apa saja?



1. Nara Park

Nara Park

Dibangun pada tahun 1880, Nara Park (奈良公園, Nara Kōen) adalah taman besar yang ada di pusat kota Nara, di tengah beberapa obyek wisata lain, seperti Todaiji Temple, Kasuga Taisha, Kofukiji Temple, dan Nara National Museum. Terdapat hampir 1200 rusa yang dibiarkan berkeliaran dengan bebas di taman ini. Meski jinak, tapi mereka juga bisa agresif loh kalau urusan perut. Jadi tetap harus berhati-hati ya pada saat bermain-main atau memberi makan mereka. Selain itu, binatang rusa merupakan binatang yang sakral bagi pemeluk ajaran Shinto karena dianggap sebagai pembawa pesan dari dewa-dewa Shinto, jadi jangan sampai kita berbuat kasar terhadap mereka. Bisa digebukin penduduk kota nantinya, hehehe.

Oh ya, jika ingin memberi makan di sekitar taman ada banyak penjual biskuit untuk rusa-rusa tersebut. Biskuitnya khusus yah, namanya shika senbei, dengan harga 150 yen. Jangan asal dikasih biskuit loh, kasihan ntar rusanya sakit perut 🙂

Sedikit tips yang saya dapat dari petugas taman, apabila ada rusa yang bersifat agresif dan terus menyeruduk untuk meminta biskuit sedangkan kita sudah tidak memilikinya, kita cukup membuka tangan kita lebar-lebar dan menunjukkannya pada mereka. Biasanya mereka sih bakal mundur teratur setelah itu. Tapi kalau jadi digigit jangan salahkan saya ya, hehehe.

Nara Park hanya berjarak 10 menit berjalan kaki dari stasiun Kintetsu-Nara. Jika menggunakan bus, teman-teman bisa turun di halte N-7.

Alamat: Zoshicho, Nara, Prefektur Nara 630-8211, Jepang
Tiket Masuk: gratis
Jam Buka: 24 jam

2. Todaiji Temple

Todaiji Temple

Di Thailand kita bisa menemui kuil dengan patung Budha berukuran raksasa di banyak tempat. Untuk di Jepang, salah satunya ada di Nara, tepatnya di Todaiji Temple (東大寺, Tōdaiji, “Great Eastern Temple”), salah satu landmark kota Nara yang dibangun pada tahun 752 silam. Patung perunggu Budha (Daibutsu) terbesar di Jepang ini, dengan tinggi mencapai 15 meter, terletak di aula utama kuil, yaitu Daibutsuden atau Big Buddha Hall. Menariknya lagi, Daibutsuden merupakan bangunan kayu terbesar di dunia! Eits, masih ada lagi. Bangunan asli Daibutsuden, sebelum direkonstruksi pada tahun 1692, ukurannya 1.5 kali lebih besar loh. Wow!

Great Buddha Statue

Selain patung Buddha berukuran raksasa, juga ada beberapa patung budha berukuran lebih kecil serta model dari bangunan aula masa lalu di hall. Ada pula sebuah pilar dengan lubang yang diameternya seukuran lubang hidung Daibutsu. Mitosnya, siapa saja yang bisa masuk melewati lubang tersebut akan mendapatkan pencerahan di kehidupan selanjutnya.

Bangunan lain di kompleks Tondaiji Temple yang menarik sebagai latar belakang selfie adalah Nandaimon Gate, gerbang kayu berukuran besar. Ada dua buah patung yang seolah sebagai penjaganya. Baik gerbang maupun patung tersebut sudah dinyatakan sebagai harta karun nasional Jepang. Dan karena letaknya bersebelahan dengan Nara Park, tidak jarang ditemui rusa-rusa berkeliaran di sini. Untuk transportasi menggunakan bus dari stasiun, bisa turun di halte N-7 lalu lanjut berjalan kaki sekitar 5 menit untuk menuju bangunan utama kuil Todaiji.

Alamat: 406-1 Zōshichō, Nara-shi, Nara-ken 630-8211, Jepang
Tiket Masuk: gratis (kecuali untuk museum kuil-kuil lain dalam kompleks Todaiji Temple)
Jam Buka: –

3. Kasuga Taisha Shrine

Kasuga Taisha Shrine

Tidak jauh dari Nara Park terdapat kuil Kasuga Taisha alias Kasuga Taisha Shrine (春日大社). Saat berkunjung ke Nara bulan Februari lalu, keterbatasan waktu hanya bisa membawa saya ke tempat ini. Itu pun di area hutan / lapangannya saja (Kasuga Taisha Omotesando), untuk melihat acara rutin yang diadakan setiap musim dingin, Deer Gathering. Di acara tersebut, petugas akan memanggil rusa-rusa yang ada dengan menggunakan terompet khusus dan lantas memberi mereka makan bersama-sama. Seru!

Para rusa mengelilingi petugas

Kasuga Taisha sendiri adalah kuil megah yang paling banyak dirayakan di Nara. Ia dibangun hampir bersamaan dengan kota Nara dan didedikasikan bagi para dewa yang melindungi kota. Selama ratusan tahun, kuil ini rutin direnovasi / dibangun kembali setiap 20 tahun sekali untuk menjaga bangunannya agar tetap berdiri kokoh. Bagian luar dan bagian aula persembahan (offering hall) dapat dimasuki oleh pengunjung dengan bebas. Namun demikian, untuk bisa blusukan ke bagian dalam (inner area), pengunjung harus merogoh kocek ¥500.

Yang populer di Kasuga Taisha adalah lenteranya, yang merupakan donasi dari jamaah kuil. Ratusan lentera perunggu dan lentera batu dapat ditemui di area kuil, baik di dalam bangunan maupun di luar. Lentera-lentera ini hanya akan dinyalakan dua kali dalam setahun, yaitu pada saat berlangsungnya Festival Lentera (Lantern Festivals) pada awal bulan Februari dan pertengahan bulan Agustus. Catet gih waktunya, supaya bisa dapat momen yang menarik saat berkunjung ke sana.

Lentera Perunggu dan Lentera Batu

Untuk menuju Kasuga Taisha Shrine dengan bus, kita bisa turun di halte N-8 lalu lanjut dengan sedikit berjalan kaki. Atau jika dari area Nara Park dan sekitarnya ya tinggal jalan kaki saja.

Alamat: 160 Kasuganochō, Nara-shi, Nara-ken 630-8212, Jepang
Tiket Masuk: gratis / khusus bagian dalam ¥500
Jam Buka: 06.00-18.00 (April – September) / 06.30-17.00 (Oktober – Maret)

4. Kofukuji Temple

Kofukuji Temple

Ketimbang kuil biasa, saya terus terang lebih suka melihat pagoda. Lebih eksotis kesannya. Jika teman-teman punya kegemaran seperti saya, beruntunglah karena di kota Nara ada bangunan pagoda tertinggi se-prefektur Nara atau nomer dua tertinggi se-Jepang. Terletak di area Kofukuji Temple, pagoda tersebut memiliki lima lantai dan tinggi 50 meter, hanya berselisih 7 meter dari Toji Temple (Kyoto) yang memegang rekor pagoda tertinggi di negeri sakura. Lebih lanjut, bangunan pagoda ini didirikan pada tahun 730, lalu dibangun ulang pada tahun 1426.

Kofukuji (興福寺, Kōfukuji) sendiri awalnya merupakan kuil pribadi keluarga Fujiwara, klan keluarga terkuat di era Heian dan Nara. Hampir sama dengan Todaiji, Kofukuji Temple juga dibangun bersamaan dengan kota Nara, yaitu sekitar tahun 710. Di puncak kejayaan klan Fujiwara, terdapat hampir 150 bangunan dalam kompleks Kofukuji, walau sekarang hanya tersisa beberapa saja. Salah duanya adalah pagoda lima lantai dan pagoda tiga lantai.

Kita bebas masuk ke area Kofukuji Temple tanpa membayar. Namun khusus untuk National Treasure Museum dan Eastern Golden Hall, biayanya adalah ¥300. Bagi penggemar seni, wajib rasanya untuk berkunjung ke museum tersebut, apalagi seni yang berkaitan dengan agama Budha. Salah satu eksibit yang menarik adalah patung Ashura yang memiliki tiga wajah dan tiga pasang tangan.

Lokasi Kofukuji Temple ini sangat dekat dengan stasiun Kintetsu-Nara, hanya 5 menit berjalan kaki. Jika menggunakan bus, turun di halte N-4. Bangunan kuil tepat berada di sisi kanan jalan (jika dari arah stasiun).

Alamat: 48 Noboriōjichō, Nara-shi, Nara-ken 630-8213, Jepang
Tiket Masuk: gratis / ¥300 untuk National Treasure Museum dan Eastern Golden Hall
Jam Buka: 09.00-17.00

5. Naramachi

Area Naramachi

Jika inign merasakan suasana Jepang tempoe doeloe di Nara, Naramachi (奈良町, “Nara Town”) lah tempatnya. Terdapat banyak bangunan tradisional yang telah dibangun (bahkan sejak periode Edo (1603-1868)) di distrik yang sebelumnya diperuntukkan untuk keperluan niaga ini. Kini, aneka butik, toko, restoran, dan museum siap menyambut kedatangan wisatawan yang kepo terhadap lingkungan penduduk Jepang di masa lampau.

Kebanyakan bangunan kuno berbentuk mirip ruko (dinamakan machiya), tidak terlalu lebar, namun memanjang atau/dan memiliki dua lantai. Ini dikarenakan perhitungan pajak di sana pada masa lalu menggunakan parameter akses jalan, bukan total area bangunan keseluruhan. Sehingga, semakin lebar bangunannya, semakin besar pula pajak yang harus dibayarkan.

Area Naramachi sebenarnya terletak di belakang Kofukuji Temple, namun untuk alur itinerary yang lebih baik, sebaiknya kunjungi Naramachi setelah puas menjelajah Kasuga Taisha. Halte bus terdekat adalah N-14.

Alamat: Naramachi, Yamatokoriyama, Prefektur Nara 639-1159, Jepang
Tiket Masuk: gratis
Jam Buka: 24 jam

6. Horyuji Temple

Horyuji Temple

Horyuji Temple (法隆寺, Hōryūji) adalah situs World Heritage Jepang yang pertama, ditetapkan pada tahun 1993. Dibangun pada tahun 607 oleh Prince Shotoku, Horyuji adalah salah satu kuil tertua yang ada di negeri beribukota Tokyo. Area kompleks cukup luas dan dibagi menjadi dua bagian, yaitu Western Precinct (Saiin Garan) dan Eastern Precinct (Toin Garan).

Di bagian barat (Western Precinct) terdapat gerbang utama Chumon, aula utama Kondo, serta pagoda lima tingkat. Bangunan-bangunan tersebut dibangun pada periode Asuka (538-710) dan telah menjalani beberapa kali renovasi hingga saat ini. Terdapat dua patung penjaga di Chumon yang dinamakan Kongo Rikishi. Di dalam hall utama Kondo sendiri terdapat beberapa patung Buddha yang sudah sangat tua, sebagian bertahan dari era Asuka. Sementara itu, di bagian timur (Eastern Precinct) dapat ditemui Yumedono (Hall of Visions), bangunan unik yang memiliki bentuk segi delapan. Terdapat patung berukuran asli dari Prince Shotoku, dikelilingi oleh beberapa patung Buddha dan biksu.

Horyuji Temple terletak sekitar 15 km dari stasiun Nara. Kita bisa menuju ke tempat ini dengan menggunakan bus atau kereta JR dari jalur Yamatoji Line (turun di Horyuji Station) dengan biaya ¥220.

Alamat: 1-1 Hōryūji Sannai, Ikaruga-chō, Ikoma-gun, Nara-ken 636-0115, Jepang
Tiket Masuk: ¥1,500
Jam Buka: 08.00-17.00 (tutup pukul 16.30 selama bulan November sampai Februari)

7. Tanize no Tsuribashi (Tanize Suspension Bridge)

Tanize no Tsuribashi

Tanize no Tsuribashi adalah jembatan suspensi terpanjang di Jepang. Dibangun pada tahun 1954, jembatan yang menghubungkan pedesaan di kawasan Tanize dan Uenochi melintasi Totsukawa River di atas ketinggian 54 meter ini memiliki panjang keseluruhan 297.7 meter. Menyeberangi jembatan yang oleh penduduk lokal umumnya digunakan oleh pelajar untuk bersekolah serta pengiriman barang dan surat antar wilayah ini tidak hanya menguji nyali, melainkan juga menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan.

Perlu diketahui, hanya penduduk lokal dan petugas pos yang diperbolehkan untuk melintasi jembatan dengan menggunakan sepeda motor (jenis tertentu yang tidak terlalu berat) serta sepeda. Selain itu, maksimal diperbolehkan 20 orang saja yang boleh berada di atas jembatan dalam waktu bersamaan. Meski cukup stabil dan kokoh, peraturan yang kedua itu tadi yang tetap harus diperhatikan… nyawa loh taruhannya.

Untuk menuju Tanize no Tsuribashi hanya bisa menggunakan kereta (turun di Yamato-Yagi Station, ada beberapa alternatif jalur) dan dilanjut menggunakan bus karena jaraknya cukup jauh dari pusat kota Nara, sekitar 85 km atau 2 jam perjalanan. Sebaiknya dijadwalkan untuk perjalanan 1 hari bersama dengan Totsukawa Onsen.

Alamat: Jepang, 〒637-1106 Nara-ken, Yoshino-gun, Totsukawa-mura, 十津川村谷瀬
Tiket Masuk: gratis
Jam Buka: 24 jam

8. Totsukawa Onsen (Totsukawa Hot Spring)

Di Totsukawa Village, area yang sama dengan Tanize no Tsuribashi berada, kita bisa sekalian menyegarkan diri dengan berendam di Totsukawa Onsen. Pemandian umum ini menyajikan pemandangan alam sekitar yang indah serta air yang 100% berasal dari sumber mata air panas di sana. Pilihan lain ada pula Kamiyu Onsen (memiliki sumber mata air yang mengandung sodium hidrogen karbonat yang bagus untuk mengobati penyakit kulit), Tousenji Onsen (memberikan nuansa lembah pegunungan yang sunyi), dan pemandian umum Taki-no-Yu.

Kunjungan ke onsen cocok dipadukan dengan uji nyali di jembatan Tanize serta mengelilingi kota Totsukawa. Sama seperti sebelumnya, untuk menuju ke sini harus menggunakan kombinasi kereta dan bus karena jaraknya cukup lumayan dari kota Nara.

Alamat: Jepang, 〒637-1554 Nara-ken, Yoshino-gun, Totsukawa-mura, Hiradani, 奈良県吉野郡十津川村平谷
Tiket Masuk: tergantung fasilitas
Jam Buka: 09.00-18.00


Perjalanan ke sebagian obyek wisata di atas ter-cover oleh Nara Bus Pass seharga ¥500 (1 hari). Namun apabila ingin menuju Horyuji Temple, wajib menggunakan Nara Bus Pass Wide yang harganya dua kali lipat, ¥1,000 (1 hari). Dari stasiun Nara atau Kintetsu-Nara, rute yang paling efektif adalah (1) Kofukuji Temple (N-4); (2) Todaiji Temple, Nara Park, dan Kasuga Taisha (N-7); (3) Naramachi (N-14); dan (4) Horyuji Temple. Untuk Totsukawa Onsen dan Tanize no Tsuribashi, sebaiknya dijadwalkan untuk perjalanan penuh 1 hari sendiri karena waktu tempuh yang cukup lumayan dari kota Nara dan harus menggunakan moda transportasi kereta dan bus.

Selamat menjelajahi kota Nara!

* sumber gambar: japan-guide.com, dokumentasi pribadi (yang berlogo Trepling)

Tema artikel yang berhubungan: ,