Belum sah rasanya berkunjung ke kota Tokyo apabila belum menjejakkan kaki ke Tokyo Tower (東京タワー), landmark sekaligus ikon tersohor dari ibukota Jepang ini. Bangunan yang desainnya meniru Menara Eiffel di Paris ini memiliki nama resmi Nippon Denpatō (日本電波塔?, Menara Gelombang Radio Jepang) dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 23 Desember 1958. Pencetusnya adalah Hisakichi Maeda, seorang pengusaha surat kabar dari Osaka, yang melihat kebutuhan akan adanya menara pemancar bersama untuk sejumlah stasiun TV di Tokyo. Pada perkembangannya, menara Tokyo tidak hanya digunakan sebagai pemancar TV (analog, digital), melainkan juga sebagai pemancar radio FM serta pemancar radio sistem darurat kereta api.



Selain sebagai menara pemancar, Tokyo Tower yang memiliki ketinggian 332,6 meter dan merupakan bangunan menara baja tertinggi di dunia yang tegak sendiri di permukaan tanah ini juga merupakan sebuah menara observasi. Dan faktanya, kebanyakan orang, khususnya wisatawan, memang lebih mengenalnya sebagai obyek wisata, tempat untuk menyaksikan kemegahan kota Tokyo dari atas ketinggian.

Keren yaaa

Terdapat 2 lantai observasi utama (pada ketinggian 120 meter hingga 125 meter) dan 1 lantai observasi khusus (pada ketinggian 223 meter). Pengunjung dapat melihat pemandangan 360 derajat ke seluruh penjuru kota Tokyo dan sekitarnya, termasuk sebagian wilayah prefektur Kanagawa, Saitama, Chiba, dan Gunung Fuji. Selain itu, di lantai observasi tingkat 1, terdapat beberapa bagian lantai yang terbuat dari kaca sehingga pengunjung bisa sedikit beruji nyali dan melihat langsung pemandangan ke bawah. Juga ada beberapa bagian lantai yang menampilkan potongan manga. Sayang dialognya dalam bahasa kanji, sehingga tidak jelas apa maksudnya.

Pemandangan di sekitar dari ketinggian

Gini doang sih berani

Di lantai observasi terdapat toko souvenir yang lumayan lengkap walau tidak seberapa besar. Sekedar tips, jika memang berniat untuk membeli cinderamata dan kebetulan menemukan yang cocok di sini, beli saja. Harga souvenir di Jepang hampir seragam di semua tempat, baik yang dijual di dalam obyek wisata maupun di tempat biasa. Beda dengan di negara lain dimana kebanyakan harga di area obyek wisata pasti lebih mahal ketimbang di tempat lain. Beberapa yang menarik di antaranya magnet berbentuk menara Tokyo (¥490), air mineral dengan botol berbentuk menara Tokyo (¥390), gelas (590), miniatur Tokyo Tower (¥1,680), Tower Dome (¥1,220), serta boneka maskot Noppon (¥590).

Oh ya, di bagian bawah menara terdapat area lima lantai yang bernama Foot Town alias Kota Kaki. Ada Official Shop Galaxy (lantai 3), Tokyo Tower Aquarium (lantai 1), TOKIO 333 Souvenir Shop (lantai 2), food court, serta beragam toko souvenir dan restoran. Juga ada eksibit menarik bagi pecinta komik One Piece yang dinamakan Tokyo One Piece Tower (lantai 4.5). Sayang tiket masuknya lumayan mahal, sehingga saya tidak sempat menengok isinya ke dalam. Tidak itu saja, beberapa cafe dengan tema One Piece dapat pula ditemui. Termasuk Sanji’s Oresama Restaurant dan Cafe Mugiwara.

Info Lokasi dan Peta

Nama: Tokyo Tower
Alamat: 4 Chome-2-8 Shibakōen, Minato-ku, Tōkyō-to 105-0011, Jepang
Jam Buka: 09.00 – 23.00
Tiket Masuk: ¥900 (dewasa)

Galeri Foto

Tema artikel yang berhubungan: ,