Greenhost Boutique Hotel adalah salah satu hotel yang cukup populer di Yogyakarta. Apalagi setelah digunakan sebagai tempat syuting film Ada Apa Dengan Cinta? 2 (AADC? 2) sekaligus official hotel kru film tersebut. Bertempat di daerah Prawirotaman yang eksis di kalangan turis mancanegara, akomodasi ini menawarkan kombinasi lingkungan yang hijau (dilengkapi kebun hidroponik), dapur dan restoran yang bernuansa seni, serta kamar yang unik dan didesain secara artistik. Ada pula co-working space alias tempat untuk ‘berkantor’ secara sosial bagi mereka-mereka yang bekerja secara freelance atau independen (tidak memiliki kantor fisik).



Pengalaman saya menginap di Greenhost Boutique Hotel sebetulnya tidak terlalu lengkap karena praktis hanya berada selama beberapa jam saja — itu pun di malam hari — sebelum check-out di pagi hari untuk melanjutkan perjalanan menuju Punthuk Setumbu. Untuk interior dan penampilan memang pantas diacungi jempol. Menarik dan artistik. Tersedia dua buah restoran, yang satu di lantai dasar dan sekaligus digunakan untuk keperluan breakfast, dan yang satu lagi di rooftop yang sayangnya tidak sempat saya kunjungi. Untuk kolam renang sendiri ada di lantai dasar, tepat di samping restoran dan hanya berjarak beberapa meter dari meja resepsionis.

View dari lantai 3

View dari lantai 3

Karena mengangkat konsep hemat energi dan ramah lingkungan, jangan kaget jika lampu yang ada, baik di luar maupun di dalam kamar, cukup temaram. Bagi yang gemar berterang-terangan tentu bakal ilfil. Saking gelapnya, saya sendiri sempat kesulitan menemukan nomer kamar tempat saya menginap. Untuk kamarnya sendiri sebenarnya cukup luas dan sesuai dengan konsep boutique hotel, artistik. Namun ada dua kekurangan yang mengganggu. Pertama, AC tidak terlalu terasa (entah ini juga berlaku di setiap kamar atau hanya kebetulan di kamar saya saja), dan yang kedua, posisi WC berada di dekat dinding kaca. Memang ada ‘korden’ untuk penutup, namun tetap saja tidak bisa tertutup sepenuhnya. Ini amat sangat mengganggu, terutama apabila kita bermalam dengan orang lain. Malu dong kalau kelihatan sedang buang air. Untungnya setelah mempraktekkan berbagai ilmu ala MacGyver (ada yang masih ingat?) akhirnya korden yang ada bisa melindungi kegiatan sakral umat manusia tersebut.

Begini penampakan kamarnya (selengkapnya di bagian Galeri Foto).

Tempat tidur

Tempat tidur

Tempat gelas dkk, yang sempat bikin bingung nyariinnya

Tempat gelas dkk, yang sempat bikin bingung nyariinnya

Kamar mandi

Kamar mandi

Kaca, rak sepatu, gantungan baju

Kaca, rak sepatu, gantungan baju

Bagi TreplingLopers yang berniat untuk menginap di hotel ini, saran saya, lakukan pemesanan dari jauh-jauh hari agar bisa mendapatkan kamar dengan harga yang murah. Hotel ini memiliki tingkat hunian yang cukup tinggi setiap harinya (tidak hanya pada saat liburan saja) sehingga melakukan reservasi secara mendadak bisa membuat Anda merogoh kocek lebih dalam.

Info Detil dan Booking Kamar

Greenhost Boutique Hotel
Jl. Prawirotaman II No. 629 Brontokusuman Yogyakarta – Indonesia 55153 (peta di bawah)
Jumlah Kamar: 96 kamar
Range Harga: Rp 350.000 – Rp 900.000,-

agoda_ad_client = “1430279_60090”;
agoda_ad_width = 468;
agoda_ad_height = 90;

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Greenhost Boutique Hotel:

  • Eco friendly, ada tanaman hidroponik.
  • Desain interior artistik.
  • Indoor pool, bisa berenang kapan saja.
  • Lokasi strategis (daerah backpacker dan turis), banyak cafe di sekitarnya, termasuk Sellie Coffee yang menjadi salah satu spot populer di film AADC? 2.
  • Bagi yang muslim, ada mushola tepat di gang sebelah hotel. Jaraknya hanya (kurang lebih) 50 meter saja.

Kekurangan Greenhost Boutique Hotel:

  • Desain kamar mandi yang aneh (baca kasus peletakan WC di atas).
  • Penerangan agak terlalu gelap.
  • Area parkir pas-pasan.
  • Jika ingin mencari makanan ‘normal’ (non cafe) harus berjalan ke luar gang.

Galeri Foto

Tema artikel yang berhubungan: ,